Jakarta, CNBC Indonesia - Gedung pencakar langit yang pernah menyandang status sebagai bangunan tertinggi di dunia terbakar hebat dan akhirnya runtuh. Dalam tragedi tersebut, sekitar 200 orang diperkirakan melompat dari gedung untuk menghindari panas dan kepungan api.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada 11 September 2001, tepat hari ini 25 tahun lalu, ketika serangan teroris mengguncang Amerika Serikat (AS).
Gedung yang dimaksud adalah kompleks World Trade Center (WTC) di New York. Ketika dibangun pada awal 1970-an, Twin Towers menjadi salah satu pencapaian arsitektur terbesar di dunia.
Mengutip situs Britannica, gedungnya jadi tertinggi di dunia karena memiliki 110 lantai dengan tinggi sekitar 417 meter sebelum posisinya dikalahkan Sears Tower di Chicago pada 1974. Di gedung itu, terdapat kantor, pusat perdagangan, restoran, pertokoan hingga berbagai fasilitas yang dihuni puluhan ribu orang dan membuatnya menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi New York.
Namun, pada pagi 11 September 2001, gedung yang menjadi simbol kekuatan ekonomi AS itu berubah menjadi lokasi salah satu tragedi paling mematikan dalam sejarah modern.
Dua pesawat komersial yang dibajak teroris menabrak Twin Towers. American Airlines Flight 11 menghantam North Tower sekitar pukul 08.46 waktu setempat. Tidak lama kemudian, United Airlines Flight 175 menabrak South Tower sekitar pukul 09.03.
Dalam pemberitaan CNN International, benturan tersebut merusak bagian penting gedung sekaligus membawa bahan bakar pesawat dalam jumlah besar ke dalam bangunan. Api kemudian berkobar hebat dan asap tebal memenuhi sejumlah lantai.
Orang-orang yang berada di atas titik benturan menghadapi situasi yang sangat sulit. Sebagian jalur keluar rusak atau tidak dapat dilalui, sementara suhu tinggi dan asap membuat kondisi di dalam gedung semakin berbahaya.
Di tengah kepungan api, sejumlah orang kemudian terlihat berada di dekat jendela dan mengambil langkah nekat. Mereka akhirnya melompat dari ketinggian ratusan meter ke jalanan Manhattan.
Dalam laporan New York Times yang mengutip riset Komisi 9/11, diperkirakan jumlah orang melompat sekitar 200 orang. Namun, diperkirakan juga angkanya bisa lebih tinggi atau rendah.
Dari 200 orang tersebut dipastikan besar tewas ketika mencapai tanah. Sejam kemudian, kondisi gedung pun terus memburuk. South Tower akhirnya runtuh pada pukul 09.59. North Tower kemudian menyusul pada pukul 10.28, sekitar 102 menit setelah pesawat pertama menghantam gedung tersebut.
Gedung WTC yang selama puluhan tahun mendominasi langit Manhattan pun lenyap dalam waktu kurang dari dua jam. Namun, jumlah orang yang melompat itu hanyalah bagian dari keseluruhan korban di WTC.
Mengutip BBC International, sebanyak 2.606 orang meninggal dunia di kedua menara, baik pada saat serangan maupun kemudian akibat luka yang diderita dalam tragedi tersebut. Serangan tersebut kelak menjadi dasar AS berbenah dalam kebijakan politik dalam dan luar negerinya di masa mendatang.
Peristiwa 9/11 (Instagram/911wtcarchives) Foto: Peristiwa 9/11 (Instagram/911wtcarchives)
(mfa/mfa)

3 hours ago
2
















































