Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Harapan perdamaian konflik di Timur Tengah kembali meredup dan memicu tekanan pada pasar keuangan global. Kondisi ini berdampak langsung terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, hingga harga emas dunia pada perdagangan hari ini, Kamis (2/4).
Harga emas dunia tercatat melemah ke level USD 4.624 per ons troy atau setara sekitar Rp2,53 juta per gram. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda mereda.
Pelaku pasar kembali mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan minyak global apabila konflik semakin meluas, meskipun sebelumnya pihak Amerika Serikat sempat memberikan sinyal akan mengakhiri perang dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Di sisi lain, Iran justru membantah klaim tersebut, sehingga memperburuk sentimen pasar.
Tekanan juga terlihat di pasar saham. Bursa Asia mayoritas ditutup di zona merah, sementara IHSG tercatat melemah signifikan sebesar 2,19 persen ke level 7.026,782. Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak konsisten di zona negatif dengan level terendah di 7.019.
Jika tekanan berlanjut, IHSG berpotensi menembus level psikologis 7.000 pada perdagangan berikutnya.
Sementara itu, nilai tukar rupiah turut mengalami pelemahan dan ditutup di level Rp16.990 per dolar AS. Bahkan, selama sesi perdagangan, rupiah sempat menyentuh kisaran Rp17.000 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai tekanan yang terjadi pada pasar keuangan saat ini dipicu oleh kombinasi sentimen global yang cukup kuat.
“Penguatan dolar AS yang tercermin dari kenaikan indeks dolar ke level 100,11, serta imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang sudah berada di atas 4,3 persen, menjadi faktor utama yang menekan rupiah dan pasar saham domestik,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Gunawan, lonjakan harga minyak mentah dunia yang berada di kisaran USD 107 hingga USD 108 per barel turut memperburuk tekanan di sektor keuangan.
“Jika konflik terus berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, maka tekanan terhadap rupiah dan IHSG berpotensi berlanjut dalam jangka pendek,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap volatilitas global yang masih tinggi, terutama yang dipicu oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah. (id09)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































