Gudang Amunisi di Markas Tentara Meledak, 13 Orang Tewas

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 13 warga sipil tewas setelah ledakan besar mengguncang gudang amunisi militer di ibu kota ekonomi Burundi, memicu kebakaran hebat yang merusak rumah-rumah dan kendaraan di sekitar lokasi. Insiden ini terjadi di kawasan padat penduduk dan menimbulkan kepanikan luas di kota tersebut.

Militer Burundi menyatakan selain 13 warga sipil yang tewas sebanyak 57 lainnya terluka ketika amunisi meledak akibat korsleting listrik di sebuah pangkalan militer di Bujumbura.

"Rumah-rumah di berbagai lingkungan rusak, serta kendaraan pribadi. Peralatan dan fasilitas militer terbakar dan hancur," kata juru bicara militer Jenderal Gaspard Baratuza dalam pernyataan pada Rabu (1/4/2026), dilansir Al Jazeera.

Militer tidak memerinci apakah ada tentara yang tewas, tetapi menyebutkan tiga personel militer termasuk di antara korban luka.

Ledakan terjadi pada Selasa malam di depot amunisi utama milik Burundi National Defence Force di kawasan Musaga, pinggiran selatan Bujumbura. Gudang senjata di Musaga berada di area padat penduduk dan bersebelahan dengan Higher Institute for Military Cadres, tempat pelatihan dan asrama calon perwira militer.

Burundi sendiri, yang oleh World Bank dinobatkan sebagai negara termiskin di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2023, telah menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan, termasuk kekurangan bahan bakar yang parah.

Seorang pejabat polisi senior yang berada di lokasi dan bergabung dalam tim pemadam kebakaran pada Selasa malam mengatakan upaya pemadaman segera terhambat oleh kekurangan air. Ia menyebut properti hancur akibat "kebakaran hebat" dan bahwa "kamp utama hancur menjadi abu".

Presiden Burundi Evariste Ndayishimiye melalui pesan di media sosial menyampaikan simpatinya kepada para korban. Otoritas Burundi juga meminta warga melaporkan amunisi yang belum meledak melalui telepon, dengan peringatan tegas, "Hati-hati dan JANGAN DISENTUH".

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |