Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia merespons cepat isu penolakan ekspor udang di pasar internasional yang sempat terjadi pada tahun lalu. Langkah cepat ini diklaim berhasil menyelamatkan devisa negara sekaligus menjaga reputasi produk perikanan Indonesia.
Kasus import alert yang muncul pada Agustus dan Oktober menjadi alarm serius bagi pemerintah. Koordinasi lintas kementerian langsung dilakukan untuk memastikan masalah tidak berlarut-larut.
"Ada kejadian import alert untuk udang dan ini langsung kami respons dengan pembentukan satuan tugas lintas kementerian," kata Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti dalam CNBC Indonesia Food Summit 2026 di Menara Bank Mega, Senin (27/4/2026)
Satgas tersebut bertugas melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari pengendalian kualitas hingga diplomasi internasional. Pemerintah juga memperkuat pengawasan sesuai regulasi keamanan pangan terbaru.
Langkah ini menunjukkan pentingnya sistem yang terintegrasi dalam menangani isu pangan yang berdampak global. Tidak hanya aspek teknis, tetapi juga komunikasi internasional menjadi faktor penting.
"Kami melakukan pengendalian, perlindungan publik, diplomasi internasional, serta mitigasi dampak sosial ekonomi secara bersamaan," ujarnya.
Hasilnya, dalam waktu relatif singkat, Indonesia mampu kembali mengekspor produk udang ke pasar global. Hal ini menjadi bukti efektivitas koordinasi yang dilakukan pemerintah.
Hingga April, ribuan kontainer berhasil dikirim ke luar negeri, menandakan kepercayaan pasar mulai pulih.
"Sampai 22 April, kita sudah memberangkatkan ekspor sebanyak 3.236 kontainer," ungkap Nani.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari penerapan standar mutu yang lebih ketat, termasuk sertifikasi dari instansi terkait. Hal tersebut menjadi jaminan kualitas produk Indonesia di pasar global.
Pemerintah menilai pengalaman ini menjadi pelajaran penting dalam memperkuat sistem keamanan pangan nasional. Respons cepat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global.
"Kita harus bergerak cepat, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi benar-benar dalam tindakan yang terkoordinasi," tutup Nani.
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Ketenagakerjaan dan Kemanan Pangan, Nani Hendiarti memberi pemaparan dalam acara CNBC Indonesia Food Summit 2026, di Menara Bank Mega, Jakarta, Senin, 27/4. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
(dce)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































