Jakarta, CNBC Indonesia - Managing Director AmCham Indonesia, Donna Priadi mengungkap bahwa potensi sektor pangan Indonesia sangat besar dan sangat potensial untuk dikembangkan. Terlebih Indonesia memiliki natural resources yang banyak dibandingkan negara-negara lainnya di ASEAN.
Keunggulan tersebut lanjut Donna perlu tingkatkan, khususnya dalam hal teknologi. Peran teknologi dinilainya bakal sangat besar dalam mendorong ketahanan pangan di Indonesia.
Seperti diketahui, ketahanan pangan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas nasional, keamanan dan kemandirian bangsa. Dengan begitu, RI bisa lebih kuat menghadapi tantangan eksternal atau global.
"Jadi memang harus banyak yang mesti di-upgrade teknologinya dari segi produksi, ketahanan dan kualitas, bahan pangan kita sendiri. Tidak hanya tradisional funding. Tapi benar-benar inovasi sehingga tidak ketinggalan dengan negara lain," ujar Donna dalam acara Food Summit 2026 di Menara Gedung Bank Mega Jakarta, Senin (27/4/2026).
Ia pun mengakui tantangan di sektor pangan ini tidak sedikit. Salah satunya terkait masalah bahan baku. Banyak pengusaha di Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan produksinya.
Melihat hal itu, butuh kerja sama yang kuat antar pemangku kebijakan, hingga pelaku usaha, agar kebutuhan bahan baku bisa terpenuhi di dalam negeri.
"Kita bangsa yang resilient. kita sudah melewati berbagai tantangan dari mulai covid, akan tetapi kita tak boleh tertidur. Untuk itu diperlukan kerja sama dari pemangku kebijakan, pelaku usaha dan masyarakat umum. Pelaku industri sudah banyak pabrik di Indonesia yang berhubungan dengan pangan, tapi bahan baku masih impor. Tentu bahan baku ini banyak tantangannya," terangnya.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































