Jakarta, CNBC Indonesia — Sejumlah penerbangan pesawat dibatalkan usai memanasnya konflik antara Iran-Amerika Serikat (AS). Hal ini pun berpotensi mendorong lonjakan klaim asuransi perjalanan umroh.
Pelaku industri pun mengantisipasi hal ini. Salah satu perusahaan asuransi yang menyediakan perlindungan bagi jemaah haji dan unroh adalah PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah).
Dalam polisnya, Zurich Syariah menyediakan proteksi atas beberapa risiko perjalanan umroh, di antaranya perubahan jadwal perjalanan, penundaan perjalanan, keterlambatan keberangkatan penerbangan, hingga tertinggal penerbangan lanjutan.
Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) Hilman Simanjuntak mengatakan dampak situasi konflik memang mulai dirasakan oleh perusahaan, terutama dari nasabah yang telah merencanakan perjalanan umroh. Beberapa di antaranya sudah melakukan pemesanan perjalanan namun akhirnya menunda atau membatalkan keberangkatan karena kondisi keamanan.
"Dalam kondisi seperti ini, fokusnya adalah memastikan proteksi untuk nasabah kita. Jadi bagaimana kita bisa membantu mereka dalam kondisi seperti ini," tutur Hilman dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (9/3/2026).
Selain itu, perusahaan terus berkoordinasi dengan mitra bisnis di industri perjalanan umroh dan haji. Komunikasi dilakukan dengan agen perjalanan serta asosiasi penyelenggara umroh untuk memastikan informasi yang diterima nasabah tetap akurat di tengah kondisi yang dinamis.
Hilman menegaskan produk asuransi perjalanan umroh dan haji merupakan salah satu produk unggulan Zurich Syariah. Karena itu, perusahaan tetap menargetkan pertumbuhan bisnis di segmen tersebut meski sangat bergantung pada perkembangan jumlah jemaah setiap tahunnya.
"Kita akan menjalankan sesuai dengan standar tinggi yang kita siapkan. Bagaimana klaim ini diproses sesuai dengan ketentuan polis," jelas Hilman.
Sebelumnya, sebanyak 80.000 jemaah umrah disebut terdampak perang Iran-AS. Pengusaha agen perjalanan haji dan umrah buka suara soal dampak dari konflik di Timur Tengah terhadap keberangkatan jamaah umrah asal Indonesia.
Ketua Harian Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu), Faried Al Jawi mengatakan dampak dari eskalasi di Timur Tengah sudah mulai terlihat, di mana jamaah umrah yang akan berangkat semakin khawatir.
"Kalau bicara dampak, ya sudah berdampak, dan dampaknya itu sudah terasa, kita sudah memikirkan ini. Calon jamaah umrah yang mau berangkat sudah mulai khawatir," kata Faried saat dihubungi CNBC Indonesia, Rabu (4/3/2026).
Saat ini, pihaknya masih mendata dari pihak agen travel umrah terkait jumlah jamaah umrah yang tertunda keberangkatannya.
"Terkait calon jamaah umrah yang mau berangkat, tapi tertunda, saat ini masih kami data ya, tapi jika secara total, baik yang mau berangkat maupun yang masih di Arab Saudi, itu bisa mencapai hampir sekitar 80.000-an jamaah," lanjut Faried.
Ia menambahkan, dari 80.000-an jemaah umrah, sekitar 58.000-an masih terjebak di Tanah Suci, sehingga sisanya berpotensi menunda keberangkatannya.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































