ESG SUSTAINABILITY FORUM 2026
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
07 February 2026 14:40
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel semakin agresif mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam fondasi strategi korporasi.
Atas komitmen yang konsisten dan terukur dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi utama strategi bisnisnya, CNBC Indnesia menganugerahkan SDG Award kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel
Penghargaan tersebut juga menjadi apresaisi atas fokus perusahaan pada pembangunan ekonomi hijau dan inklusif tercermin dari pengelolaan operasional yang bertanggung jawab, inovatif, dan berorientasi jangka panjang.
Acara penghargaan sudah digelar dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Foto: PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk meraih anugerah ESG 2026 dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk meraih anugerah ESG 2026 dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Fokus besar Mitratel dalam menjalankan bisnis dengan prinsip ESG diambil perseroan bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan sebagai strategi investasi jangka panjang guna menciptakan operasional yang efisien, tangguh, dan berdampak positif bagi ekosistem bisnis nasional.
Manajemen Mitratel menegaskan bahwa faktor lingkungan memiliki peran vital dalam keberlangsungan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, perseroan menempatkan pembangunan ekonomi hijau dan inklusif sebagai prioritas utama.
Komitmen ini tecermin dari pengelolaan operasional yang inovatif dan terukur, mulai dari transisi energi di menara telekomunikasi hingga penegakan integritas tata kelola yang sangat ketat.
Foto: Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan pemaparan dalam acara ESG Sutainability Forum 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). (CNBC Indonesia Tri Susilo)
Agresivitas Adopsi Energi Baru Terbarukan
Mitratel melakukan terobosan signifikan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi. Bersinergi dengan Telkom Group, perseroan telah membangun infrastruktur menara telekomunikasi di 561 titik lokasi, khususnya di daerah Non-3T, dengan sumber catuan energi utama berbasis Solar Panel System.
Langkah ini menjadi bukti konkret dukungan perseroan terhadap target bauran energi nasional dan pengurangan ketergantungan pada genset konvensional.
Tak hanya itu, Mitratel juga melakukan modernisasi perangkat pendukung operasional secara masif. Perseroan secara bertahap mengganti penggunaan baterai jenis VRLA (Valve Regulated Lead Acid) dengan baterai Lithium yang memiliki densitas energi lebih tinggi dan masa pakai lebih panjang.
Data internal memperlihatkan akselerasi luar biasa dalam adopsi teknologi ini. Jika pada tahun 2021 penggunaan baterai Lithium baru mencakup 338 site dan naik tipis menjadi 348 site pada 2022, angkanya melonjak drastis mencapai 1.500 site pada tahun 2023. Strategi ini secara teknis berhasil menekan potensi penambahan limbah B3 dari alat produksi yang sudah usang.
Tekan Emisi Karbon dan Manajemen Limbah Sirkular
Efisiensi energi yang dilakukan berdampak langsung pada rapor emisi karbon perseroan. Merujuk pada data operasional tahun 2022, Mitratel berhasil menurunkan konsumsi listrik dari jaringan (grid) menjadi 33,21 juta kWh, turun dari posisi tahun 2021 yang mencapai 35,93 juta kWh. Penurunan konsumsi ini berkontribusi langsung pada pengurangan emisi Gas Rumah Kaca Scope 1 dari 31.262 ton CO2 menjadi 28.899 ton CO2.
Tren positif juga terlihat pada penggunaan bahan bakar solar untuk operasional menara. Konsumsi solar tercatat menyusut dari 823.943 liter pada 2021 menjadi 740.765 liter pada 2022.
Efisiensi bahan bakar ini berdampak signifikan pada penurunan emisi Scope 2 menjadi 2.085 ton CO2, dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 2.319 ton CO2.
Di sisi lain, perseroan menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan menggandeng pihak ketiga untuk mendaur ulang material besi bekas (scrap), serta menjaga efisiensi penggunaan air di kantor di angka yang sangat terkendali, yakni 150 m3 sepanjang tahun 2022.
Menjunjung Tinggi HAM dan Kesetaraan Gender
Mitratel menempatkan aspek kemanusiaan sebagai prioritas yang tidak dapat ditawar dalam operasional bisnisnya. Mengacu pada standar internasional seperti Deklarasi Universal HAM dan Konvensi ILO, perseroan mempertegas komitmennya melalui Surat Edaran Direksi No. C.Tel.0202/HK 300/DMT-11120000/2023. Regulasi internal ini secara eksplisit melarang praktik kerja paksa, pekerja anak, serta segala bentuk diskriminasi di lingkungan kerja.
Semangat inklusivitas tecermin jelas dalam demografi karyawan perseroan. Berdasarkan data tahun 2021, dari total 538 karyawan yang terdiri dari 385 pria dan 153 wanita, Mitratel memberikan peluang setara bagi perempuan untuk menduduki posisi strategis.
Tercatat, sebanyak 14 perempuan menduduki level manajerial dari total 104 posisi manajer yang ada. Angka ini membuktikan bahwa kesetaraan gender di tubuh perseroan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata dalam manajemen talenta.
Investasi Human Capital dan Rantai Pasok Berkelanjutan
Mitratel menyadari bahwa kualitas Human Capital adalah aset terbesar dalam mencapai keberlanjutan bisnis. Sepanjang tahun 2022, perseroan telah melaksanakan 70 program pelatihan komprehensif untuk meningkatkan kapabilitas karyawan.
Program tersebut meliputi 18 sesi tatap muka, 41 modul e-learning, 3 webinar, serta 8 program sertifikasi profesional. Langkah ini bertujuan menciptakan talenta yang kompeten, agil, dan adaptif terhadap perubahan industri telekomunikasi yang cepat.
Tak hanya di internal, Mitratel juga mendorong standar sosial yang tinggi kepada para mitra bisnisnya melalui kebijakan Social Supplier Standards. Kebijakan ini mewajibkan para pemasok untuk mematuhi aspek lingkungan, sosial, dan etika bisnis sebagai prasyarat mutlak dalam menjalin kerja sama. Dengan demikian, Mitratel turut menciptakan ekosistem rantai pasok yang bertanggung jawab dan etis.
Foto: Ayyi Achmad Hidayah
Gathering Mitratel
Benteng Integritas Melalui Pakta Anti-Suap
Mitratel memperkokoh benteng integritas perusahaan melalui regulasi internal yang ketat, yakni Peraturan Direksi Nomor C.Tel.017/HK 200/JDMT-1056000/2022 tentang Pakta Integritas.
Regulasi ini menjadi landasan hukum internal yang mengikat seluruh jajaran, mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, hingga seluruh karyawan. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 537 karyawan telah menandatangani komitmen tertulis tersebut.
Pakta ini memuat klausul krusial, termasuk pencegahan Conflict of Interest. Karyawan dilarang keras memiliki kepentingan pribadi yang bertentangan dengan kepentingan perusahaan, termasuk memiliki investasi di perusahaan mitra atau pesaing yang dapat memengaruhi objektivitas keputusan.
Selain itu, perseroan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap praktik penyuapan dan gratifikasi. Karyawan dilarang menerima atau memberikan uang, barang, fasilitas, atau hiburan kepada pihak ketiga yang berkaitan dengan jabatannya.
Transparansi Sistem dan Kepatuhan Regulasi
Mitratel juga memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi eksternal yang berlaku. Dalam hal Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT), perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian sesuai UU No. 8 Tahun 2010.
Manajemen mewajibkan seluruh unit kerja untuk memastikan aktivitas bisnis terhindar dari praktik pencucian uang serta menerapkan prinsip mengenali mitra kerja atau Know Your Partner.
Kepatuhan pajak dan sanksi ekspor juga menjadi fokus utama. Karyawan wajib mematuhi ketentuan perpajakan untuk mencegah pengelakan pajak, serta melakukan pemeriksaan silang terhadap daftar sanksi internasional seperti OFAC.
Sebagai perusahaan publik, Mitratel melarang keras praktik Insider Trading, menjaga agar informasi material perusahaan tidak disalahgunakan oleh "orang dalam" untuk keuntungan pribadi di pasar modal.
Guna menjamin transparansi, perseroan menyediakan saluran pelaporan pelanggaran atau Whistleblower Program yang memberikan perlindungan penuh kepada pelapor. Selain itu, Mitratel mewajibkan vendor eksternal untuk menandatangani Pakta Integritas Eksternal demi menjamin terciptanya fair competition dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa.
Integrasi menyeluruh ini menegaskan posisi Mitratel sebagai market leader yang tidak hanya unggul secara kinerja finansial, tetapi juga kokoh dalam penerapan tata kelola yang baik.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)

2 hours ago
1
















































