Erupsi Gunung Anak Krakatau Bakal Membesar? Ini Kata Badan Geologi

56 minutes ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dengan radius rekomendasi 3 kilometer dari pusat aktivitas. Adapun, status tersebut menunjukkan bahwa potensi erupsi masih tinggi.

Meski demikian, peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan satu kali erupsi atau video yang beredar. Dalam unggahan akun Instagram resminya, Badan Geologi menjelaskan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau melalui pengamatan visual dan instrumental oleh PVMBG.

"Peningkatan aktivitas tidak ditentukan hanya dari satu erupsi atau video, tetapi dari berbagai parameter pemantauan," tulis Badan Geologi dikutip Selasa (8/9/2026).

Namun, Badan Geologi tetap menempatkan Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga). Dengan status tersebut, potensi terjadinya erupsi masih tinggi dan masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Selain aktivitas erupsi, perubahan morfologi tubuh gunung juga menjadi salah satu hal yang terus diperhatikan. Hal ini penting karena kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dengan sebelum tsunami 2018.

Berdasarkan evaluasi Badan Geologi, tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami.

"Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini dimensi tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Meskipun demikian, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologinya tetap dipantau secara intensif," tulisnya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |