Eropa Panas Mendidih Bak Neraka, AC China Mendadak Laku Keras

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - AC buatan China mengalami peningkatan pemesanan dari Eropa. Peningkatan tersebut terjadi saat benua biru dihantam gelombang panas.

Rumah-rumah di Eropa diketahui jarang menggunakan pendingin ruangan. Warga setempat berupaya untuk tetap sejuk saat suhu yang mencapai 40 derajat menghantam wilayah mereka.

Midea melaporkan pendingin udaranya PortaSplit milik perusahaan mengalami peningkatan permintaan. Bukan hanya unit baru, namun harga unit bekasnya dilaporkan lebih tinggi dari harga unit baru.

"Gelombang panas dalam dua minggu terakhir bulan Mei secara signifikan meningkatkan penjualan, khususnya pendingin ruangan PortaSplit yang terjual habis pada beberapa kanal," jelas Midea, dikutip dari CNN Internasional, Rabu (8/7/2026).

Namun perusahaan juga mengalami masalah dari harga pemasangan AC dan pemasangan. Butuh ongkos mahal dan rumit untuk memasang AC di bangunan-bangunan tua di Eropa, belum lagi lama tunggu untuk pemasangan.

Midea mengatakan biaya pemasangan lebih dari 1.000 euro (Rp 20,5 juta) di Eropa. Angka itu sangat mahal untuk banyak rumah tangga.

Bukan hanya Midea, beberapa produsen AC juga mengalami peningkatan permintaan dari Eropa. Raksasa Korea Selatan, Samsung Electronics memperkirakan permintaannnya akan terus meningkat sepanjang musim.

"Suhu yang diperkirakan meningkat lebih lanjut mulai Juni dan seterusnya, kami memperkirakan permintaan berkelanjutan sepanjang musim pendinginan puncak," jelas Samsung Electronics.

Mitsubishi Electric Jepang mengatakan penjualan terus meningkat di beberapa negara. "Penjualan pendingin ruangan terus menguat di Eropa, penjualan di Perancis, Spanyol, Inggris dan Jerman," kata perusahaan.

Sementara itu, lonjakan penjualan AC meningkat 37% pada bulan Mei dibandingkan tahun sebelumnya di kanal e-commerce Jerman. Pengiriman untuk Spanyol dan Perancis mengalami peningkatan drastis 108% dalam waktu setahun.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |