Eks Direktur CIA Respons Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan Direktur CIA David Petraeus memberi respons soal penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Minggu. Mojtaba menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu konflik besar di kawasan

Ia mengatakan penunjukan Mojtaba "tidak tepat". Pasalnya, Petraeus mengatakan banyak yang berharap akan seorang pemimpin yang "lebih pragmatis".

"Kami berasumsi bahwa dia akan melanjutkan apa yang dilakukan ayahnya, yaitu seorang ulama ideologis garis keras," katanya kepada Jessica Dean dari CNN International, Senin (9/3/2026).

"Saya rasa dia bahkan bukan seorang ayatollah kecuali dia baru saja dipromosikan, yang juga terjadi pada ayahnya, omong-omong, dia tidak begitu terkenal ketika dipilih beberapa dekade lalu," tegasnya.

Petraeus menyebut intinya AS ingin seseorang yang menuruti tuntutan Trump. Seperti menghentikan program nuklir dan rudal negara itu.

"Dan tampaknya itu tidak terjadi saat ini, kecuali, tentu saja, dia muncul sebagai seseorang yang berbeda ketika dia benar-benar berkuasa," kata Petraeus.

Mojtaba, 56 tahun, adalah putra kedua Khamenei dan dikenal memiliki pengaruh signifikan di balik layar dan memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), badan militer paling kuat di negara itu, serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij. Mojtaba bukanlah ulama berpangkat tinggi dan tidak memiliki peran resmi dalam rezim tersebut.

Majelis hanya pernah memilih pemimpin baru sekali sejak Republik Islam didirikan pada tahun 1979. Itu terjadi ketika Ali Khamenei dipilih secara tergesa-gesa setelah kematian Ayatollah Ruhollah Khomeini.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |