- Pasar keuangan Indonesia kembali ditutup beragam. IHSG dan harga SBN menguat, sedangkan rupiah melemah
- Wall Street kompak menguat, ditopang penguatan saham teknologi
- Penetapan jajaran pimpinan baru BI dan pidato Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole akan menjadi perhatian pasar hari ini.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga Surat Berharga Negara (SBN) menguat, sedangkan rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Memasuki perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (28/8/2026), pasar keuangan domestik diharapkan mampu bergerak kompak positif. Selengkapnya mengenai proyeksi dan sentimen pasar hari ini dapat dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil ditutup menguat signifikan dan kembali menembus level 6.500.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Kamis (27/8/2026) melesat 116,06 poin atau 1,81% ke posisi 6.521,75. Indeks sempat menyentuh level terendah 6.376,65 sebelum ditutup di posisi tertinggi perdagangan.
Kenaikan tersebut menjadi pembalikan setelah IHSG anjlok 1,48% ke level 6.405,69 pada Rabu (26/8/2026). Penguatan kemarin sekaligus menghapus seluruh koreksi pada perdagangan sebelumnya.
Penguatan berlangsung secara luas. Sebanyak 578 saham ditutup menguat, sedangkan 103 saham melemah dan 282 saham lainnya stagnan.
Volume transaksi mencapai 35,18 miliar saham dengan nilai Rp13,51 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,95 juta kali.
Di tengah penguatan IHSG, investor asing ternyata tercatat justru melakukan aksi jual, dengan total net sell mencapai Rp262,11 miliar di seluruh pasar.
Seluruh sektor saham berakhir di zona hijau. Sektor kesehatan memimpin penguatan dengan kenaikan 6,26%.
Sektor barang konsumer non-primer menyusul dengan kenaikan 3,53%, utilitas 3,03%, properti 2,69%, barang baku 2,59%, industri 2,37%, dan energi 1,81%.
Sementara sektor barang konsumer primer menguat 1,41%, teknologi 1,33%, serta keuangan 0,90%.
PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menjadi penopang utama IHSG dengan kontribusi 9,19 poin.
Berikutnya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 7,14 poin, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 6,40 poin, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) 4,92 poin, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 4,70 poin.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turut menyumbang 4,49 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) 4,35 poin, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 3,92 poin, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 3,71 poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 3,11 poin.
Sementara itu, tekanan terhadap IHSG relatif terbatas. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 5,64 poin.
Tekanan berikutnya berasal dari PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sebesar 0,26 poin, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) 0,19 poin, dan PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) 0,12 poin.
Beralih ke pasar valuta asing, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS. Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda terdepresiasi 0,11% ke posisi Rp17.715/US$.
Rupiah sebelumnya dibuka melemah 0,31% ke level Rp17.750/US$ pada perdagangan Kamis kemarin. Mata uang Garuda kemudian mampu memangkas tekanan sebesar 35 poin hingga penutupan perdagangan.
Pelemahan tersebut membalikkan penguatan pada Rabu, ketika rupiah naik 0,06% ke posisi Rp17.695/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia melemah tipis 0,01% ke level 99,151 pada pukul 15.00 WIB.
Tekanan terhadap DXY berkurang dibandingkan perdagangan pagi, ketika indeks dolar melemah 0,05% ke posisi 99,119.
Pasar obligasi pemerintah mencatatkan kinerja positif. Imbal hasil SBN tenor 10 tahun turun 7,3 basis poin dari 7,078% menjadi 7,005%.
Penurunan imbal hasil menandai kenaikan harga SBN karena harga dan yield obligasi bergerak berlawanan arah.

5 hours ago
2

















































