“Pada 10 Februari 2026, kita melaksanakan kegiatan seleksi pemuda pelopor di Hotel MK Lhoksukon. Dari 21 orang yang diseleksi, tersisa 13 peserta untuk melaju pada tahap seleksi lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari pemuda dan pemudi Aceh Utara yang mampu menemukan gagasan baru, serta mampu mengubah ide menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini kita yakini mampu mewujudkan visi dan misi Aceh Utara bangkit.” (Kadisparpora Aceh Utara, Zulkidli, S.Ag.,M.Pd).
PEMUDA Pelopor merupakan program penghargaan dan pembinaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang ditujukan kepada setiap pemuda Indonesia yang berusia dari 16-30 tahun. Pemuda-pemudi yang dimaksud di sini adalah mereka yang memiliki semangat, inisiatif, dan dedikasi tinggi sebagai penggerak perubahan danaktif berkontribusi dalam pembangunan.
Ditanya apa kriteria pemuda pelopor, Zulkifli menyebutkan, pastinya mereka adalah warga Negara Republik Indonesia berusia dari 16 hinga 30 tahun. Memiliki karya asli, bukan hasil meniru. Dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kemudian bersifat terus-menerus dan berkelanjutan. Dan hasil karya mereka belum pernah mendapatkan penghargaan serupa di tingkat nasional dari Kemenpora.
“Kegiatan pemuda pelopor adalah untuk mendorong lahirnya pemuda inovatif, berintegritas, dan tangguh. Kemudian mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat dan menjadi motor penggerak pembangunan, apakah di tingkat gampong (desa) maupun nasional,” sebut Zulkifli.
Ketua Panitia Seleksi Pemuda Pelopor dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disparpora), Kabupaten Aceh Utara, Iskandar, SE, ketika dikonfirmasi Waspada.id, Jumat (13/2) sore, menyebutkan, kegiatan seleksi pemuda pelopor telah menjadi agenda rutintahunan di Aceh Utara.
Pada tahun 2026, kata Iskandar, ada lima cabang yang dilombakan dalam kegiatan seleksi ini yaitu bidang wirausaha, ekonomi digital, sosial kemasyarakatan, lingkungan, dan bidang seni budaya. Dari masing-masing bidang akan tersisa masing-masing 1 orang peserta, dan mereka nantinya akan diikutsertakan dalam seleksi lomba pemuda pelopor tingkat Provinsi Aceh yang akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.
“Tujuan dari kegiatan ini nantinya akan melahirkan pengusaha muda pemula. Ada 24 pemuda dan pemudi yang mendaftar dan memasukkan makalahnya dalam kegiatan ini. Namun, pada tahap seleksi administrasi gugur tidak peserta. Kemudian, 21 peserta dinyatakan masuk dalam tahap seleksi pemuda pelopor. Ke 21 peserta diminta untuk memparkan makalah mereka masing-masing. Pada tahap ini, tersisa 13 orang, 8 peserta lainnya dinyatakan gugur,” sebut Iskandar.
Pada tahan pemaparan makalah yang dinilai adalah sejauh mana kepeloporan di bidang yang mereka pilih. “Ada tiga dewan juri yang kita hadirkan untuk menilai kepeloporan yaitu Akademisi dari Universitas Serambi Mekah Banda Aceh yaitu Dr. jalaluddin. Kemudian, pelopor nasional asal Aceh 2024, Juanda, dan Rifki dari unsur pemuda yaitu Ketua Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU),” sebut Iskandar.
13 peserta yang tersisa, sebut Iskandar, masih harus mengikuti tahapan terakhir yaitu para dewan juri akan menilai kesesuaian antara pemaparan makalah dengan usaha yang mereka miliki. Dalam seleksi akhir ini akan tersisa masing-masing bidang satu orang peserta.
Ditanya apakah kegiatan ini penting untuk dilaksanakan, Iskandar menyebutkan, kegiatan pemuda pelopor dinilai cukup penting dalam upaya melahirkan wirausaha muda pemula. Dan program ini, kata dia, selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Ayah Wa- Panyang yaitu Aceh Utara Bangkit.
“Program ini akan membuka lapangan pekerjaan dan mampu mengurangi angka pengangguran dan mampu menekan angka kemiskinan di Aceh Utara, melalui dunia usaha. Pada akhirnya nanti, Aceh Utara akan menjadi daerah yang mandiri lewat Pendapan Asli daerah (PAD),” terang Iskandar.
Kepada Waspada.id, Iskadar mengaku dirinya sudah tiga tahun berturut-turut dipercayakan sebagai ketua panitia seleksi yaitu sejak tahun 2024, 2025, dan 2026. Dan, kegiatan seleksi pemuda pelopor yang dilaksanakan pihaknya di Aceh Utara berbeda dengan yang dilakukan oleh kabupaten/kota lain. Karena berbeda, maka Disporapar Aceh Utara dinilai sebagai panitai pemuda pelopor terbaik di Aceh.
“Rifki adalah pemuda pelopor Aceh tahun 2024, berasal dari Aceh Utara. Dia terpilih menjadi pelopor nasional.”
Iskandar memberitahukan, di Aceh Utara saat ini terdapat 150 ribu pemuda dan pemudi dengan berbagai tingkat pendidikan. Dan ke 150 ribu jiwa pemuda ini membutuhkan lapangan pekerjaan. Dengana danya program pemuda pelopor,akan melahirkan anak muda kreatif yang mampu membuka lapangan pekerjaan baru.
Pada kegiatan pemuda pelopir tahun 2025, sebut Iskandar lagi, berhasil melahirkan pemuda yang mampu membuka lapangan pekerjaan tempah rencong di Kecamatan Tanah Pasir. Di mana, usaha tempah rencong di Aceh nyaris punah, karena tidak ada yang mau meneruskan usaha tersebut.
“Alhamdulillah…produk rencong hasil tempahan pemuda pelopor pemasarannya telah mampu menembus pasar nasional dan bahkan mancanegara. Saat ini sauahtempah rencong juga sudah dibuka di Kecamatan Dewantara,” sebutnya.
Kemudian untuk bidang pendidikan pada tahun 2025, berhasil melahirkan literasi pustaka gampong di Kecamatan Nisam. Pustaka tersebut dinamai Rangkan Pustaka. Tujuan pustaka ini dibangun untuk mencerdaskan anak bangsa. Mereka yang datang ke rangka Pusataka itu dapat menikmati semua bacaan gratis.
“Rangkang Pustaka Nisam ini juga telah mewakili Aceh ke tingkat nasional. Rangkang Pustakan ini dinilai mampu meningkatkan minat baca masyarakat. Dan setiap hari jumlah pengunjung terbilang cukup banyak.”
Terakhir, sebut Iskandar, pada seleksi pemuda pelopor tahun 2025, pihaknya berhasil melahirkan pemuda yang mampu mengembangkan usaha keripik pisang cavendish. Keripik ini telah berhasil tembus pasar nasional dan penjualan dilakukan secara manual dan online. Ada juga yang berhasil memproduksi minyak wangi zafir di Kecamatan Banda Baro. Minyak wangi ini juga telah berhasil dipasarkan di hampir seluruh Provinsi Aceh.
“Semoga melalui Program Pemuda Pelopor mampu mewujudkan Aceh Utara bangkit. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Aceh Utara, agar program ini dapat terus dilaksanakan dan mendapat dukungan anggaran makasimal dari pemerintah demi melahirkan pemuda dan pemudi kreatif di bdiang masing-masing,” demikian Iskandar, SE.
Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































