Dibayangi Isu Perang Dan Agenda Global, IHSG Dan Rupiah Menguat

3 hours ago 3
Ekonomi

9 Februari 20269 Februari 2026

Dibayangi Isu Perang Dan Agenda Global, IHSG Dan Rupiah Menguat

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan pada awal pekan ini bergerak positif meskipun masih dibayangi sejumlah sentimen global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga rilis data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, dalam sepekan ke depan terdapat sejumlah agenda ekonomi yang berpotensi mempengaruhi pergerakan pasar keuangan. Dari dalam negeri, pasar akan dibanjiri rilis data seperti indeks kepercayaan konsumen, penjualan sepeda motor, penjualan ritel hingga penjualan mobil.

“Namun, perhatian pelaku pasar diperkirakan akan lebih banyak tertuju pada data ekonomi dari Amerika Serikat yang menjadi acuan ekspektasi kebijakan moneter The Fed,” ujar Gunawan, Senin (9/2).

Ia menjelaskan, Amerika Serikat dijadwalkan merilis sejumlah data penting seperti penjualan ritel, serapan tenaga kerja di luar sektor pertanian, tingkat pengangguran, hingga inflasi. Data tersebut akan membentuk ekspektasi pasar terkait peluang pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS ke depan.

Pada perdagangan awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.970. Penguatan ini terjadi seiring kinerja mayoritas bursa saham Asia yang juga bergerak di zona hijau.

Meski demikian, Gunawan menilai IHSG masih harus menguji sentimen negatif dari lembaga pemeringkat Moody’s yang sebelumnya menurunkan outlook rating kredit Indonesia menjadi negatif.

“Kinerja IHSG saat ini masih sangat bergantung pada sentimen regional, khususnya pergerakan bursa saham di kawasan Asia,” katanya.

Sementara itu, nilai tukar Rupiah pada perdagangan pagi terpantau stabil dengan kecenderungan menguat. Rupiah bergerak sideways di tengah stabilnya indeks dolar AS di level 97,6 serta tekanan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun di kisaran 4,22 persen. Rupiah ditransaksikan di sekitar Rp16.855 per dolar AS.

Di sisi lain, harga emas dunia kembali menguat ke level 5.032 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram. Kenaikan harga emas dipicu ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Ancaman konflik masih membayangi pasar global. Kondisi ini bisa memicu peningkatan permintaan aset safe haven seperti emas, sekaligus berpotensi menekan IHSG dan Rupiah jika eskalasi meningkat,” jelas Gunawan. (id09)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |