Demi Listrik Tak Padam, Pemerintah Sempat Tahan Ekspor Batu Bara

7 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sempat menahan sejumlah pengiriman batu bara untuk pasar ekspor dan mengalihkannya ke PT PLN (Persero).

Hal ini dilakukan guna memastikan kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri tetap terpenuhi.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, pihaknya sempat menahan sejumlah rencana penjualan batu bara ke luar negeri dan mengalihkan pasokan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik di dalam negeri.

"Kemarin kan kita tahan. Kita ada beberapa yang mau penjualan luar negeri sudah kita tahan, kita alihkan ke PLN," ungkap Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Ia pun menilai persoalan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan, melainkan lebih kepada aspek rantai pasok yang perlu diperbaiki agar distribusi batu bara ke pembangkit dapat berjalan lancar.

"Jadi sebetulnya supply chain saja yang mesti diperbaiki. Kalau isu batu bara enggak ada," ujar Tri.

Di sisi lain, Tri menegaskan pihaknya selama ini melakukan monitoring secara berkala terkait pengawasan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Hanya saja, pelaksanaan kontrak pengadaan menjadi kewenangan dari perusahaan yang bersangkutan.

"Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN," ujar Tri.

Selain itu, pemerintah juga telah menugaskan perusahaan tambang batu bara untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 191 juta ton. Sementara kebutuhan batu bara PLN untuk pembangkit listrik nasional berada pada kisaran 152 juta hingga 154 juta ton per tahun.

"Nah kebutuhan PLN kan 152-154 juta ton. Nah kan sebetulnya ada space ya, nah itu kan terus tindak lanjutnya oleh kontraknya PLN. Nah kontraknya PLN itu sudah 134 sebetulnya. Nah terkait dengan scheduling kan bukan di Minerba, gitu. Tapi mudah-mudahan ke depan ini pelajaran yang berharga," kata Tri.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |