Kepala Badan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin bersama Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia dalam kegiatan Temu Media Massa dengan Badan Bahasa di kantor Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Sentul, Bogor, Jumat (23/1/2026).
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BOGOR (Waspada.id): Palum, sebuah kata dari Bahasa Batak Pakpak di Sumatera Utara ditetapkan sebagai Kata Tahun Ini (KTI) 2025 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen pada pertengahan 2025 lalu. Kata tersebut telah resmi menjadi entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan makna ‘sudah puas minum; hilang rasa haus’, serta berfungsi sebagai antonim dari kata haus.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pemutakhiran KBBI mencerminkan dinamika perkembangan bahasa masyarakat, termasuk serapan dari bahasa daerah, bahasa pergaulan, hingga bahasa asing.
“Bahasa menunjukkan bangsa. Semua bentuk perkembangan bahasa dicatat dalam KBBI, termasuk kata-kata yang bersifat kasar, agar masyarakat mengetahui mana yang patut digunakan dan mana yang sebaiknya dihindari,” ujar Hafidz dalam Temu Media Massa Badan Bahasa di Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Sentul, Bogor, Jumat (23/1/2026).
Ia menambahkan, keberagaman bahasa daerah memiliki makna kuat di komunitasnya masing-masing dan patut dihargai dalam khazanah bahasa nasional.
3.259 Entri Baru KBBI Sepanjang 2025
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, mengungkapkan bahwa hingga pemutakhiran terakhir Oktober 2025, Badan Bahasa mencatat penambahan 3.259 entri baru ke dalam KBBI. Dengan demikian, jumlah keseluruhan lema KBBI kini mencapai 210.595 entri.
Sejumlah kosakata baru yang menarik perhatian publik karena viral dan sering dicari antara lain:
Kapitil: huruf kecil (ragam percakapan), lawan dari kapital
Galgah: lega atau puas setelah minum (ragam informal)
Palum: antonim dari haus (ragam baku)
Selain itu, kosakata populer yang telah masuk KBBI dan banyak digunakan masyarakat sepanjang 2025 meliputi: bocil, gabut, mager, japri, kepo, julid, gebetan, pansos, bucin, hingga kicep.
Palum Dipilih karena Lengkapi Konsep Bahasa Indonesia
Penetapan palum sebagai Kata Tahun Ini dinilai strategis karena mengisi kekosongan konseptual dalam bahasa Indonesia.
“Palum dipilih karena melengkapi konsep makna yang belum tersedia secara tepat dalam bahasa Indonesia, sekaligus menjadi bentuk afirmasi terhadap kekayaan bahasa daerah,” jelas Dora.
Badan Bahasa juga mencatat bahwa banyak kosakata baru dalam KBBI 2025 berasal dari bahasa daerah dan ragam percakapan. Beberapa di antaranya ialah: abalu, badit, ceuruemen, encod, engilu, gameh-gameh, gumus, hiks, huda-huda, jayasura, jerobos, jidah, kadakada, hingga kapitil.
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































