Jakarta, CNBC Indonesia - Konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asuransi ditargetkan rampung pada tahun ini. Adapun proses pembahasan teknis merger diharap selesai Juli 2026, dan penggabungannya dimulai September 2026.
Untuk membahas perkembangan proses tersebut, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada aspek integrasi bisnis, penguatan tata kelola, optimalisasi permodalan, serta pengembangan sinergi antarentitas yang akan menjadi bagian dari struktur perusahaan hasil merger.
Berbagai langkah strategis yang diperlukan untuk memastikan proses integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang juga menjadi perhatian utama.
"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Dony, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Transformasi yang tengah dijalankan diharapkan mampu menghasilkan skala usaha yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kapasitas underwriting dan investasi, serta memperluas kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dan dunia usaha.
Melalui penguatan struktur industri asuransi BUMN, BP BUMN dan Danantara berharap sektor asuransi dapat memainkan peran yang semakin strategis dalam mendukung stabilitas sistem keuangan, meningkatkan penetrasi asuransi nasional, serta mendukung pembiayaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan, proses pembahasan konsolidasi asuransi BUMN sedang berlangsung antarlembaga dan konsultan. Diharapkan, proses ini selesai pada 31 Juli 2026.
"Proses penggabungan September 2026, sehingga Januari 2027 harus sudah selesai. Tapi apakah nanti siapa yang jadi cangkang ini masih belom kelihatan hilalnya," ujar Budi dalam konferensi pers AAUI, di Jakarta, terpisah.
Lebih jauh, Asosiasi Asuransi Umum telah memberi masukan kepada Danantara agar proses konsolidasi tidak berdampak pada kinerja asuransi umum. Pasalnya, selain agenda konsolidasi, asuransi juga dihadapkan pada kewajiban spin off unit usaha syariah di akhir 2026.
"Ada beberapa asuransi BUMN ini yang tidak baik-baik saja apakah akan dapat PMN? ini belum tau apakah setelah merger akan dilakukan. Dan transfer portofolio tidak mudah dan run off diharap berjalan smooth," kata Budi.
Sebagai informasi, COO BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, pada tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas. Ia pun menegaskan bahwa seluruh BUMN akan terdampak restrukturisasi tersebut, termasuk sektor asuransi.
"Asuransi dari 15 akan menjadi 3, kita akan punya satu life insurance, satu general insurance dan satu credit insurance," jelas dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).
(wia)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































