Cara Membedakan Asam Urat dengan Rematik, Masih Banyak yang Keliru

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini, masih banyak masyarakat yang masih menganggap setiap nyeri sendi adalah rematik. Padahal, dalam dunia medis, asam urat dan rematik adalah dua kondisi yang sangat berbeda, baik dari penyebab maupun cara penanganannya.

Mengutip WebMD, Artritis reumatoid (RA) atau rematik dan asam urat pada dasarnya memiliki banyak kesamaan. Dokter menganggap keduanya sebagai jenis artritis yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kekakuan pada persendian. Kendati demikian, ada juga perbedaan penting di antara keduanya. Perbedaan tersebut termasuk pada penyebabnya.

Perbedaan rematik dan asam urat
Rematik adalah kondisi autoimun. Hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan yang melapisi persendian Anda.

Serangan ini menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan, peradangan, dan deformitas sendi. Karena rematik adalah penyakit sistem kekebalan tubuh, penyakit ini juga dapat memengaruhi bagian tubuh lain, termasuk kulit, mata, dan jantung.

Sedangkan, asam urat menyerang orang dengan kadar asam urat yang terlalu tinggi dalam darah. Tubuh Anda menghasilkan asam jenis ini ketika memecah makanan tertentu, termasuk daging.

Ginjal Anda biasanya membuangnya saat Anda buang air kecil. Tetapi ketika terlalu banyak asam urat dalam sistem tubuh Anda, asam urat dapat membentuk kristal. Kristal berbentuk jarum ini menumpuk di persendian dan jaringan sekitarnya di mana mereka dapat menyebabkan nyeri dan peradangan.

Gejala asam urat dan rematik
Baik asam urat maupun rematik dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada beberapa persendian. Tetapi selain itu, keduanya cenderung mengikuti pola yang berbeda.

Rematik
Kondisi ini biasanya dimulai pada persendian yang lebih kecil seperti tangan dan kaki. Persendian akan terasa nyeri, bengkak, dan hangat saat disentuh.

Kemudian biasanya menyebar ke persendian lain yang lebih besar seperti pergelangan tangan, siku, bahu, pergelangan kaki, lutut, dan pinggul. Jarang terjadi, tetapi Anda mungkin juga mengalami kelelahan dan kehilangan nafsu makan atau demam, meskipun itu kurang mungkin terjadi.

Kebanyakan orang memiliki gejala yang serupa di kedua sisi tubuh. Itu artinya jika satu bahu terasa sakit, kemungkinan besar bahu yang lain juga akan terasa sakit.
Rematik dapat membuat persendian terasa kaku saat bangun tidur di pagi hari. Rasa sakit mungkin membaik dengan aktivitas sepanjang hari.

Asam urat
Tidak seperti rematik, biasanya dimulai dengan serangan nyeri yang tiba-tiba. Rasa sakitnya bisa parah. Tidak jarang penderita asam urat merasa persendiannya seperti terbakar.

Asam urat biasanya hanya menyerang satu persendian. Jempol kaki adalah tempat yang umum, tetapi terkadang juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, atau pergelangan tangan.

Persendian yang terkena juga mungkin tampak merah dan bengkak. Mungkin terasa hangat saat disentuh. Terkadang serangan gout dapat menyebabkan demam.
Pengobatan

Baik rematik maupun asam urat tidak dapat disembuhkan. Namun, ada pengobatan untuk membantu mengelola gejala Anda.

Beberapa pengobatan sama untuk kedua kondisi tersebut:
- Pengobatan nyeri
Obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen dan naproxen dapat membantu mengatasi kedua kondisi tersebut. Obat yang disebut colchicine juga dapat meredakan nyeri asam urat.

- Pengobatan peradangan
Kortikosteroid seperti prednison dapat membantu mengatasi peradangan dan nyeri yang ditimbulkannya.

Dalam hal pengobatan penyakit yang mendasarinya, dokter memfokuskan upaya mereka pada pengobatan penyebabnya. Pengobatan RA mungkin termasuk obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Pengobatan asam urat biasanya termasuk obat-obatan yang mencegah penumpukan kristal asam urat.

Apa yang Anda makan juga dapat memengaruhi kadar asam urat dalam darah Anda. Jika Anda menderita asam urat, lakukan langkah-langkah ini untuk mencegah serangan asam urat:
- Batasi alkohol
- Kurangi konsumsi daging
- Pertahankan berat badan yang sehat

Seseorang dapat menderita asam urat dan rematik sekaligus
Dokter dulunya berpikir bahwa penderita rematik tidak akan terkena asam urat. Tetapi mereka kemudian menyadari bahwa itu tidak benar. Kedua kondisi tersebut berbeda. Jadi, seseorang mungkin menderita keduanya.

Jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami nyeri sendi dan tidak tahu penyebabnya, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Mereka dapat memeriksa sendi Anda dan menguji darah serta cairan sendi Anda untuk menemukan penyebabnya dan menentukan langkah selanjutnya.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |