Bukan Cuma Sehari, Asing 5 Hari Berturut Borong Saham Bank

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat mengakumulasi saham perbankan dalam lima hari perdagangan terakhir. Empat bank besar yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi sasaran utama pembelian investor asing.

Berdasarkan data perdagangan periode 28 Agustus hingga 3 September 2026, investor asing mencatatkan net buy pada keempat saham bank jumbo tersebut dengan total mencapai sekitar Rp3,87 triliun.

BBRI menjadi saham bank yang paling banyak dikoleksi asing dengan net buy mencapai Rp1,41 triliun selama periode tersebut. Posisi berikutnya ditempati BBCA dengan net buy Rp1,20 triliun dan BMRI sebesar Rp1,01 triliun.

Sementara itu, BBNI mencatatkan net buy asing sebesar Rp261,4 miliar.

Dengan demikian, tiga bank terbesar-BBRI, BBCA, dan BMRI-menyumbang sekitar Rp3,61 triliun dari total akumulasi asing pada empat bank tersebut.

Menariknya, akumulasi tersebut terjadi di tengah perubahan sentimen investor asing terhadap pasar saham secara keseluruhan.

Pada perdagangan Kamis (3/9/2026) saja, asing mencatatkan net buy Rp1,07 triliun, dengan nilai pembelian Rp6,22 triliun dan penjualan Rp5,15 triliun.

BMRI menjadi saham dengan net buy terbesar mencapai Rp471,4 miliar, disusul BBCA Rp207,1 miliar dan BBNI Rp87,4 miliar. BBRI juga masuk daftar saham yang dikoleksi dengan net buy Rp35,1 miliar.

Sementara itu dalam lima hari terakhir, IHSG sudah menguat 2,02% ke level 6.667,89. Sektor finansial, khususnya perbankan menjadi satu motor utama. 

Pun dalam beberapa hari terakhir pasar kembali cukup ramai. Pada perdagangan kemarin nilai transaksi mencapai Rp 18,6 triliun, melibatkan 39,3 miliar saham dalam 2,47 juta kali transaksi. 

Adapun selengkapnya, berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar: 

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp1,41 triliun
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp1,19 triliun
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp1 triliun
  4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp261,4 miliar
  5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp238,8 miliar
  6. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) - Rp180,8 miliar
  7. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp168,1 miliar
  8. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Rp147,6 miliar
  9. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp140,2 miliar
  10. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Rp126,9 miliar

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |