Jakarta, CNBC Indonesia — Pasar modal Indonesia hendak menegaskan posisi di peta keuangan global. Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Indonesia masuk jajaran 10 besar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, seiring penyusunan arah pengembangan pasar modal nasional untuk lima tahun ke depan.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pasar modal sebagai penggerak perekonomian nasional.
"Dengan rasa syukur, kami mengucapkan selamat datang dan selamat tahun baru 2026. Mari jadikan tahun ini sebagai momentum pembangunan pasar modal yang kuat, inklusif, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional," ujar Iman dalam sambutannya di awal perdagangan hari pertama Bursa Efek Indonesia 2026, Jumat (2/1/2026).
Iman menjelaskan BEI telah menyiapkan masterplan pengembangan pasar modal 2026-2030 untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan dan meningkatkan daya saing global. Dalam peta jalan tersebut, BEI menetapkan tujuan besar pada 2030, yakni membangun pasar modal yang inovatif, transparan, inklusif, serta tumbuh secara global.
"Harapannya, Indonesia dapat masuk top 10 dunia dalam hal kapitalisasi pasar," tegasnya.
Target ambisius ini didukung oleh penguatan infrastruktur pasar, peningkatan kualitas emiten dan investor, serta perluasan partisipasi publik. BEI juga mendorong inovasi produk dan pendalaman pasar agar pasar modal tidak hanya tumbuh dari sisi nilai, tetapi juga berperan lebih besar dalam pembiayaan jangka panjang ekonomi nasional.
Adapun rekor tertinggi IHSG berhasil disentuh pada 8 Desember 2025. Di mana, IHSG berhasil mencapai level 8.711 dengan nilai kapitalisasi pasar alias market cap sebesar Rp 16.004 triliun.
Pada hari terakhir perdagangan 2025, Selasa (30/12/2025) IHSG menguat 0,03% ke level 8.646,94, nilai kapitalisasi pasar atau market cap mencapai Rp 15.871 triliun.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































