BNI Tebar Dividen Jumbo, BRI dan Mandiri Bakal Lebih Royal?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar terbaru dari emiten bank pelat merah, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sudah bersiap mau bagi dividen dengan cuan sampai 8%. Akankah sebentar lagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul?

BBNI merupakan satu-satunya bank big caps pelat merah yang tidak membagikan dividen interim, jadi tiap tahun hanya sekali saja bagi dividen langsung secara final.

Sebagai catatan, BBNI lebih dulu menginformasikan mau bagi dividen full sebanyak 65% dari laba tahun buku 2025 atau senilai Rp13,03 triliun. Nilai itu setara Rp349 per saham, jadi kalau dibagi harga saham terkini di Rp4.260 per lembar, akan menghasilkan potensi cuan sekitar 8,19%.

"Dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada setiap pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal pencatatan atau recording date," kata Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena dalam paparan RUPST, Senin (9/3/2026).

Adapun BBNI melaporkan laba bersih senilai Rp 20,04 triliun sepanjang 2025. Torehan tersebut turun 6,63% dibanding dengan tahun 2024 di mana laba bersih BBNI tercatat sebesar Rp 21,46 triliun.

Dari sisi top line, pendapatan bunga bersih BBNI tercatat relatif masih stabil atau senilai Rp 40,33 triliun sepanjang 2025, dibandingkan dengan Rp 40,48 triliun setahun sebelumnya.

Diketahui pendapatan bunga BNI tahun lalu naik 4,22% menjadi Rp 69,39 triliun, namun pada saat yang sama beban bunga ikut melonjak 11,33% menjadi RP 29,06 triliun. Tingginya beban bunga salah satunya terjadi karena kenaikan cost of fund di tengah kondisi makroekonomi suku bunga tinggi.

Lantas, Setelah BBNI, Akankan BBRI dan BMRI Menyusul?

Jawaban-nya, biasanya iya. Kita tinggal tunggu waktu saja, biasanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akan diumumkan besarannya, apalagi dua emiten bank big caps pelat emas lainnya itu sudah merilis kinerja tahun lalu juga.

BMRI tampaknya tetap akan royal membagikan dividen dengan payout ratio tidak jauh dari yang dibagikan dari laba tahun buku 2024 sebesar 78% dari laba bersih.

Sebagai catatan, BMRI mengalami perlambatan kinerja profitabilitas, di mana laba hanya tumbuh 0,93% yoy menjadi Rp56,3 triliun, kinerja ini lebih lemah dibandingkan laba 2024 yang tumbuh 1,31% yoy.

Sementara itu, untuk BBRI kami juga memprediksi nilai pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 tidak akan beda jauh dari realisasi sebelumnya sebesar 85%.

Dibandingkan yang lain, BBRI termasuk yang paling royal bagi dividen di atas 80% dari sebagian laba-nya.

Namun, perlu di catat dua emiten itu, BMRI dan BBRI sudah lebih dulu bagi dividen interim. Jadi, untuk persentase cuan, kita harus manage ekspektasi, kecuali bagi yang sudah hold lama, dari tahun lalu, pasti sudah merasakan cuan sebagian dari dividen.

Kami menghitung dengan pendekatan konservatif, apabila DPR seperti tahun sebelumnya, maka BMRI akan memberikan dividen sebesar Rp300 per saham sementara BBRI sebesar Rp200 per saham. Adapun penghitungan yield-nya didasarkan pada harga saham per 10 Maret 2026 sebagai berikut:

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |