Bercak Hitam di Mars Merambat ke Sekitarnya, Makin Lama Makin Luas

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena misterius muncul di Mars. Sebuah bayangan raksasa dilaporkan terus meluas di permukaan Planet Merah selama 50 tahun terakhir. Bercak ini memicu tanda tanya besar di kalangan ilmuwan.

Berdasarkan foto terbaru dari Badan Antariksa Eropa (ESA), bercak gelap tersebut berada di kawasan Utopia Planitia, dataran raksasa di belahan utara Mars. Area itu diketahui tersusun dari abu dan batuan vulkanik purba seperti olivin dan piroksen, sisa letusan yang terjadi jutaan tahun lalu.

Bercak gelap ini pertama kali terdeteksi oleh wahana Viking milik NASA pada 1976. Sejak saat itu, citra satelit menunjukkan area hitam tersebut perlahan merambat ke wilayah sekitarnya.

Gambar terbaru dari wahana Mars Express yang diambil pada 2024 dan dirilis pada 15 April memperlihatkan ekspansi yang semakin jelas.

Data ESA menunjukkan batas selatan area gelap itu telah bergeser hingga sekitar 320 kilometer. Dengan laju tersebut, bayangan hitam raksasa itu diperkirakan meluas sekitar 6,5 kilometer per tahun.

Ilmuwan menduga angin kencang Mars menjadi faktor utama di balik perubahan ini. Angin di Planet Merah diketahui mampu mengikis permukaan serta memindahkan abu dan debu dalam skala besar.

ESA menyebut terdapat dua kemungkinan penyebab. Pertama, abu gelap tersebut tertiup dan menyebar oleh angin Mars. Kedua, debu berwarna yang sebelumnya menutupi area itu tersapu angin sehingga permukaan gelapnya makin terlihat. Namun hingga kini, belum ada bukti yang memastikan hipotesis yang benar.

Wilayah Utopia Planitia sendiri bukan lokasi biasa. Pada 1976, pendarat Viking 2 NASA pernah mendarat di sana untuk melakukan eksperimen biologis. Kemudian pada 2021, rover Zhurong milik China juga menjelajahi kawasan tersebut sebelum berhenti beroperasi pada 2023.

Data Zhurong mengungkap Utopia Planitia kemungkinan pernah tertutup samudra raksasa di masa lalu. Peneliti bahkan menemukan indikasi garis pantai purba serta tanda perubahan iklim besar sekitar 400.000 tahun lalu.

Selain itu, kawasan ini juga dipenuhi retakan besar yang disebut graben, yang diduga berkaitan dengan aktivitas tektonik masa lalu Mars. Para peneliti juga meyakini terdapat cadangan es dalam jumlah besar yang terkubur di bawah permukaan wilayah tersebut.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |