Belanja K/L Naik 128% di Januari 2026, Purbaya Cairkan untuk Apa Saja?

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan telah mencairkan anggaran belanja negara senilai Rp 227,3 triliun pada Januari 2026. Nilai itu naik 25,7% dibanding Januari 2025 yang realisasinya hanya senilai Rp 180,8 triliun, dan setara 5,9% dari pagu belanja APBN 2026 sebesar Rp 3.842,7 triliun.

"Tumbuh tinggi sebesar 25,7% year on year. Ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun khususnya untuk mendukung program prioritas menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers realisasi APBN di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/2/2026).

Total belanja negara itu mayoritas berasal dari belanja pemerintah pusat yang sebesar Rp 131,9 triliun atau tumbuh 53,3% dari periode yang sama tahun lalu. Lalu, transfer ke daerah (TKD) Rp 95,3 triliun dengan pertumbuhan 0,6% dibanding realisasi Januari 2025 yang sebesar Rp 94,7 triliun.

Belanja pemerintah pusat itu terdiri dari belanja kementerian atau lembaga (K/L) Rp 55,8 triliun atau naik 128,9% dan belanja non K/L Rp 76,1 triliun dengan pertumbuhan 23,4%.

Belanja K/L yang naik tinggi itu dipengaruhi oleh pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang memakan anggaran belanja barang senilai Rp 19,5 triliun. Belanja barang sendiri senilai Rp 25,9 triliun pada Januari 2026, naik 702,5% dibanding Januari 2025.

Selain belanja barang, belanja modal juga tumbuh tinggi dengan realisasi Rp 1,2 triliun, atau tumbuh 583,8% dari realisasi Januari 2025 yang hanya sebesar Rp 200 miliar. Belanja modal melesat awal tahun untuk proyek ketahanan pangan seperti pembangunan jaringan serta irigasi dan konektivitas.

Belanja bansos juga tumbuh pesat dengan nilai Rp 9,5 triliun atau naik 129,2% dari catatan per Januari 2025 yang sebesar Rp 4,1 triliun. Peningkatan belanja bansos dipengaruhi oleh percepatan penyaluran program keluarga harapan (PKH) dari kondisi Januari 2025 yang tidak ada realisasi karena perbaikan basis data.

Terakhir, untuk belanja pegawai, mencatatkan pertumbuhan terendah meski secara nilai kedua terbesar belanja K/L di bawah belanja barang. Nilai nya secara total Rp 19,3 triliun atau tumbuh 14,5% dibanding catatan Januari 2025 yang sebesar Rp 16,9 triliun.

"Ini adalah percepatan belanja yang dilakukan oleh seluruh pemerintah pusat terutama kementerian dan lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mendukung kesejahteraan masyarakat melalui APBN," ungkap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan.

(arj/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |