Bekasi Punya Proyek Olah Sampah Jadi Listrik, Segini Harga Listriknya

7 hours ago 1

Bekasi, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) baru saja meresmikan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) di di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada hari ini, Rabu (26/8/2026).

Fasilitas itu ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan 500.000 ton sampah per tahun, dengan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebesar 36 Mega Watt (MW) listrik.

PSEL dengan nilai investasi mencapai Rp 3 triliun tersebut memproses 70% dari total timbulan sampah di wilayah tersebut.

Dalam rangkaian peresmian PSEL Kota Bekasi ini, turut dilakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).

Perjanjian tersebut menjadi landasan komersial bagi penyerapan listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL Kota Bekasi ke jaringan PLN, sehingga memberikan kepastian offtake dan keberlanjutan operasional proyek dalam jangka panjang.

Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) akan dijalin antara PLN dengan setiap BUPP seluruh PSEL dengan harga beli US$ 0,20 per kWh atau 20 sen dolar per kWh untuk semua kapasitas. Fasilitas di Kota Bekasi akan mengelola hingga 1.500 ton per hari sampah menjadi energi bersih berupa listrik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, harga listrik untuk proyek PSEL ini ditentukan berdasarkan perbandingan standar global serta mempertimbangkan tingginya biaya penyediaan lahan di kawasan perkotaan.

Dia menjelaskan bahwa ketersediaan lahan merupakan faktor kunci dalam menentukan harga jual listrik tersebut. Menurutnya, kondisi pengadaan lahan akan sangat berpengaruh pada apakah harga energi yang dihasilkan bisa lebih murah atau justru menjadi lebih mahal.

"Ya Pak kami sudah benchmarking di dunia ya sekitar 20 sen (dolar) Pak, bisa kurang? Bisa. Tapi kalau itu ada lahan. Kalau ada lahan, enggak ada lahan bisa 23, 24 sen karena mahal sekali 4 sen lahan di kota mana murah Pak," jelas Darmawan dalam acara Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bantar Gebang, Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Proyek PSEL Bekasi ini akan menyalurkan listrik ke warga Bekasi sebesar 27 MW dari total kapasitas terpasang 36 MW.

Agar listrik dari hasil pengolahan sampah tersebut bisa langsung tersalurkan ke pemukiman warga, PLN telah menyiapkan gardu hub yang berjarak 5 kilo meter dari lokasi proyek.

"Ternyata beban listriknya di Bekasi tinggi, maka kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk Kota Bekasi. Kita bangun gardu hub yang hanya 5 kilometer dari sini pakai karena ini hanya 27 Mega Watt dengan terpasang 36 maka ini menggunakan tiang listrik biasa ke gardu hub yang gardu hub itu khusus spesialis untuk Kota Bekasi," paparnya.

PSEL Bekasi

Sebagai informasi, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) meresmikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Keberadaan PSEL Bekasi diproyeksikan menyerap 1.000 tenaga kerja serta mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton setara CO2 per tahun.

Peresmian pembangunan PSEL kedua itu merupakan bagian dari upaya Danantara dalam menjalankan mandat pengelolaan sampah perkotaan melalui teknologi ramah lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025.

Fasilitas di Kota Bekasi merupakan proyek kedua yang telah mulai dibangun setelah dimulainya pembangunan PSEL Denpasar Raya bulan Juli 2026 lalu. Sampah yang dikelola akan berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, sebagai TPA yang khusus menampung sampah dari Kota Bekasi.

PSEL Kota Bekasi ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028. Berdasarkan Peraturan Presiden atau Perpres No.109 Tahun 2025, listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli dan disalurkan ke PLN.

Fasilitas PSEL Bekasi ditargetkan mampu mengolah 70% dari total timbulan sampah di wilayah tersebut sekaligus menekan penggunaan lahan TPA hingga 90%.

PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pengelolaan sampah Pirolisis di mana sampah yang telah menumpuk dapat diolah menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak. Proyek pengelolaan sampah Pirolisis terpisah dikelola oleh TNI Angkatan Darat.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |