Beda Jabatan Pemimpin Tertinggi vs Presiden Iran, Mana Lebih Berkuasa?

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan rezim zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Tewasnya Khamenei menjadi kehilangan besar bagi Iran mengingat betapa strategis dan besarnya peran dia dalam pemerintahan Iran.

Bernama lengkap Sayyid Ali Hosseini Khamenei, dia sudah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader of Iran) sejak 1989.

Untuk menghormati Khamenei, Iran akan memasuki 40 hari berduka. Negeri Para Mullah tersebut juga akan menyiapkan pengganti Khamenei.

Perbedaan Tugas dan Peran Presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran

Menurut konstitusi Republik Islam Iran, Presiden Iran adalah kepala eksekutif yang dipilih melalui pemungutan suara langsung dari rakyat Iran. Pemimpin Tertinggi Iran adalah pemimpin politik dan agama dengan peringkat tertinggi di Republik Islam Iran.

Dalam pemilihannya, Pemimpin Tertinggi Iran atau dikenal juga Pemimpin Agung dipilih oleh sekelompok ahli. Hal ini berbeda dengan Presiden yang dipilih rakyat.

Oleh karena itu, secara hirarki, Presiden Iran berada di bawah Pemimpin Tertinggi Iran. Saat ini Pemimpin Tertinggi Iran adalah

Fungsi Presiden dan Pimpinan Tertinggi Iran

Presiden Iran bertanggung jawab untuk menandatangani perjanjian, perjanjian dengan negara lain, organisasi internasional, dan lainnya. Ia memiliki kekuasaan untuk menunjuk menteri, duta besar, gubernur setelah disetujui oleh parlemen.

Presiden Iran adalah Kepala Kabinet dan Pemerintahan, Kepala Dewan Keamanan Nasional, Memilih semua Wakil Presiden, mengirim dan menerima duta besar asing dan merupakan Kepala Dewan Revolusi Kebudayaan.

Sedangkan Pimpinan Tertinggi mempunyai kewenangan untuk menunjuk kepala pos-pos penting seperti komandan angkatan bersenjata, kepala yayasan keagamaan besar, direktur jaringan radio dan televisi nasional, pemimpin salat di masjid-masjid kota, hakim ketua, anggota Dewan Keamanan nasional, dan menangani urusan-urusan. dengan urusan luar negeri dan pertahanan, kepala jaksa, 12 hakim Dewan Wali.

Pemimpin Tertinggi Iran merancang kebijakan umum Iran, mengawasi pelaksanaan kebijakan sistem yang tepat, mengeluarkan keputusan mengenai referendum nasional.

Dia juga memegang komando tertinggi atas angkatan bersenjata dan bertanggung jawab atas deklarasi perang, mobilisasi angkatan bersenjata, kendali penuh atas Fuqaha di Guardian Dewan, otoritas kehakiman Iran, kepala staf gabungan, panglima tertinggi angkatan bersenjata, penandatanganan keputusan pemilu di Iran, pengampunan dan pengurangan hukuman bagi terpidana, dan lainnya.

Pemimpin Tertinggi Iran bersama-sama dengan dua pertiga mayoritas anggota Parlemenjuga bisa memakzulkan presiden berkuasa.

Pemimpin Tertinggi Iran adalah peran yang baru ada sejak negara tersebut mengakhiri sistem monarki dan beralih ke Republik pada 1979.
Hanya ada dua Pemimpin Tertinggi Iran dalam sejarah Negara Para Mullah yakni Ayatollah Sayyid Ruhollah Musavi Khomeini yang merupakan Pemimpin Tertinggi pertama Iran dan memegang jabatan hingga 1989. Pemimpin Tertinggi kedua adalahAyatullah Sayyid Ali Khameneiyang memegang jabatan sejak 1989 hingga saat ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |