BBCA Dibanting Asing Rp557 M, Saham Balik ke Level 6.800-an Lagi

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sasaran aksi jual asing. Pada perdagangan kemarin, Rabu (4/3/2026), BBCA menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, yakni Rp 557,7 miliar. Rata-rata asing menjual saham BBCA di harga Rp 6.915,6. 

Tekanan jual asing tersebut membuat saham BBCA merosot 2,83% ke level 6.875 pada perdagangan kemarin. BBCA bahkan sempat menyentuh level terendah 6.825.

Dengan demikian, aksi jual asing pada perdagangan kemarin menambah tebal net foreign sell BBCA sepanjang tahun berjalan. Emiten bank milik grup Djarum ini tercatat sebagai saham yang paling banyak dibuang asing dengan net sell mencapai Rp 17,52 triliiun, sejak awal tahun hingga 4 Maret 2026. 

Dari sisi teknikal, harga BBCA saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) jangka pendek dan menengah. Indikator MA9 berada di sekitar Rp7.489, sementara MA50 berada di sekitar Rp8.231. Posisi harga yang berada di bawah kedua garis tersebut menandakan momentum bearish masih dominan.

Lonjakan volume pada saat harga turun juga menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku pasar melakukan distribusi. Hal ini membuat potensi volatilitas BBCA masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Managing Director Solstice Indonesia Handiman mengatakan bahwa potensi downgrade pasar modal Indonesia oleh MSCI dan downgrade outlook perbankan oleh Moody's memberikan dampak terbesar ke BBCA. "Bobot BBCA sendiri adalah yang terbesar di indeks MSCI, mencapai 25%-27% sehingga paling terdampak," katanya.

Senada, analis Doo Financial Futures Lukman Leong juga mengatakan bahwa BBCA memiliki bobot besar dalam indeks global serta tingkat kepemilikan asing yang tinggi. "Ketika terjadi penyesuaian alokasi EM atau outflow dari dana global, saham dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi seperti BBCA sering menjadi sumber likuiditas utama untuk dilepas," katanya.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |