Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) menjawab permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS) terkait percepatan dan dana renovasi rumah tenaga kesehatan (nakes) yang rusak akibat bencana di Sumatra.
"Yang disampaikan Pak Menkes kemarin di DPR sudah masuk di dalam usulan rehabilitasi daerah dan klop dengan usulan dari daerah, Jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi," ucap Perencana Ahli Utama Bappenas Suprayoga Hadi dalam Konferensi Pers di Gedung Bappenas, Jakarta pada Kamis (19/2/2026).
Sebelumnya BGS mengatakan sebanyak lebih dari 8.800 rumah nakes terdampak bencana. Datanya telah diverifikasi oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
"Tinggal dicairkan dana renovasinya. Itu butuh percepatan dari 8.875 rumah nakes yang rusak, itu agar bisa dibayar sebelum Lebaran kalau bisa. Ini sekarang sudah berjalan memang progresnya tapi butuh percepatan," ujar BGS.
Dirinya juga mengungkapkan seluruh rumah sakit dan Puskesmas yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sudah beroperasi kembali. Namun, dia mengaku membutuhkan banyak dana untuk renovasi rumah tenaga kesehatan hingga perbaikan fasilitas kesehatan lainnya.
Pengakuan itu disampaikan BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Pascabencana Sumatera di Ruang Pustaka Loka, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Jadi memang kami summary-nya ada dua yang kami butuh support-nya. Alhamdulillah seluruh rumah sakit, seluruh Puskesmas, sudah beroperasi sekarang. Kita tinggal 21 Pustu (Puskesmas pembantu) dari ribuan fasilitas kesehatan," katanya.
Mengutip data Kementerian Kesehatan, dari 87 RSUD, sebanyak sembilan berhenti beroperasi: 8 di Aceh, satu di Sumatra Utara (1 Desember 2025). Saat ini seluruh RSUD telah beroperasi normal.
Kemudian, dari 867 Puskesmas terdampak, sebanyak 152 berhenti beroperasi (1 Desember 2025). Per 13 Februari 2026, seluruh Puskesmas telah beroperasi normal. Sementara terkait status Puskesmas Pembantu (Pustu), sebanyak 2.522 terdampak serta 21 Pustu belum beroperasi dalam gedung (per 17 Februari 2026).
(haa/haa)
Addsource on Google

1 hour ago
2















































