Bandara AS Chaos Gegara Pegawai Tak Digaji, Trump Turun Tangan

3 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan Menteri Keamanan Dalam Negeri yang baru dilantik untuk segera membayar agen Administrasi Keamanan Transportasi (TSA). Perintah ini muncul di tengah mandeknya pembahasan pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) di Senat.

Perintah tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Ia menilai langkah tersebut diperlukan untuk mengurai antrean panjang di bandara yang terjadi akibat penutupan sebagian operasional pemerintah.

"Saya akan menandatangani perintah yang menginstruksikan Menteri Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, untuk segera membayar Agen TSA kita untuk mengatasi situasi darurat ini," tulis Trump, seperti dikutip CNN International, Jumat (27/3/2026).

Kebuntuan pembahasan anggaran DHS di Capitol Hill telah berlangsung selama lebih dari enam minggu. Upaya negosiasi antara Partai Republik dan Demokrat belum membuahkan hasil, meski sejumlah senator dari kedua kubu terus melakukan pembicaraan intensif.

Senator Republik John Barrasso menyebut pembicaraan telah menemui jalan buntu setelah pemungutan suara dibuka selama berjam-jam tanpa kesepakatan. Ia juga mengkritik Demokrat yang dinilai terus menunda proses kesepakatan.

"Kami telah membuka pemungutan suara selama lima jam untuk memberi kesempatan kepada Partai Demokrat untuk datang ke meja perundingan. Mereka belum melakukannya, dan sekarang waktunya telah habis," ujar Barrasso.

Di sisi lain, Senator Demokrat Brian Schatz membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan negosiasi masih berlangsung sepanjang hari.

"Saya hanya akan mengatakan bahwa kami telah berbicara sepanjang hari. Jadi, tidak benar bahwa kami tidak sedang dalam negosiasi," katanya.

Senator Demokrat lainnya, Chris Murphy, berharap Partai Republik tidak menghentikan pembicaraan secara sepihak.

"Kami telah aktif berbicara sepanjang hari dan ada negosiasi yang sedang berlangsung. Saya harap mereka tidak memutuskan untuk meninggalkan negosiasi," ujarnya.

Kebuntuan ini berdampak langsung pada operasional bandara di seluruh Amerika Serikat. Ribuan agen TSA dan pegawai DHS lainnya belum menerima gaji selama 41 hari, memicu gangguan perjalanan dan meningkatnya antrean panjang.

Meski demikian, belum jelas sumber dana yang akan digunakan pemerintah untuk membayar agen TSA di tengah penutupan anggaran tersebut.

Pemimpin Mayoritas Senat John Thune mengatakan Senat kemungkinan akan menunda masa reses jika kesepakatan belum tercapai. "Kita harus mencoba menyelesaikan ini hari ini," kata Thune.

Sementara itu, meski ada sinyal positif dari sebagian Demokrat terhadap proposal terbaru Partai Republik, perbedaan terkait pendanaan penegakan imigrasi, khususnya untuk Immigration and Customs Enforcement (ICE), masih menjadi ganjalan utama dalam negosiasi.

(tfa/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |