Bak Neraka Terbuka, Gelombang Panas Panggang Satu Kota

3 hours ago 3
Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua perempuan tampak berjalan di bawah terik matahari saat gelombang panas ekstrem melanda Santiago, Chili, Selasa (30/12/2025). Suhu menembus 36 derajat Celsius, memicu peringatan merah di Chili tengah dan membuat warga mencari perlindungan di bawah pepohonan serta air mancur. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Layanan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Nasional Chili (Senapred) telah menetapkan status peringatan merah sejak Minggu (28/12) untuk wilayah Metropolitan Santiago Raya dan lima wilayah tengah lainnya. Gelombang panas yang dimulai awal pekan ini diperkirakan berlangsung hingga Rabu (31/12). (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Direktorat Meteorologi Chili memperkirakan suhu ekstrem berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celcius di Santiago dan daerah sekitarnya. Beberapa wilayah pegunungan bahkan diprediksi mengalami suhu hingga 37 derajat Celcius. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Di pusat kota Santiago, wisatawan tampak mengenakan topi dan membawa payung untuk melindungi diri dari panas. Para pedagang berupaya menarik pembeli dengan menaburkan es pada botol air mineral dan minuman ringan guna menjaga suhu tetap dingin. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Para ahli menyebut gelombang panas ini sebagai bagian dari pola regional yang lebih luas. Ahli klimatologi Universitas Santiago, Raul Cordero, mengatakan frekuensi dan intensitas gelombang panas di sebagian besar Amerika Selatan, termasuk kawasan Kerucut Selatan, telah meningkat tiga kali lipat sejak 1980-an. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Dua wanita berjalan di bawah sinar matahari, saat gelombang panas di Santiago, Chili, 30 Desember 2025. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Panas ekstrem tersebut turut memperburuk risiko kebakaran hutan. Komandan Perusahaan Kehutanan Nasional Chili (CONAF), Manuel Vera, menyebut musim ini telah mencatat sekitar 400 kebakaran. Beberapa lingkungan di Santiago terbangun dengan lapisan asap tebal akibat kebakaran hutan, meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa atau warga yang mengungsi. Helikopter dan petugas pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. (REUTERS/Pablo Sanhueza)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |