Jakarta, CNBC Indonesia - Mythos, model terbaru dari Anthropic, tak hanya mengancam perbankan di Amerika Serikat (AS). Otoritas di Eropa juga mulai bersiap menghadapi risiko keamanan dari model kecerdasan buatan (AI) super canggih itu.
Belum lama diluncurkan, Mythos jadi perbincangan karena kemampuannya membuka kerentanan dengan sangat cepat. Bahkan banyak ahli yang mengingatkan adanya risiko pada keamanan perusahaan di seluruh dunia.
Otoritas di Eropa telah menjalin komunikasi erat dengan bank-bank yang ada di Eropa. Namun CEO Deutche Bank, Christian Swing menjelaskan pihak perbankan tetap tenang dan tidak panik menghadapi masalah itu.
"Ini bukan sesuatu yang menyebabkan kepanikan atau membunyikan alarm dari kami saat ini, namun jelas sesuatu yang perlu diingat dalam manajemen risiko sehari-hari kita. Itulah yang sedang kami lakukan," jelas Swing dikutip dari Reuters, Selasa (21/4/2026).
Asosiasi Jerman, dia mengatakan, akan membahas masalah Mythos pada hari Senin mendatang.
Dia juga menyatakan dukungan untuk membatasi akses pengguna Anthropic. Di AS, pembatasan akses juga telah digunakan pada segelintir perusahaan saja.
"Bank-bank siap untuk ini dan memiliki tanggapannya masing-masing. Jadi ini adalah sesuatu yang harus dihadapi dan semua orang berupaya mendapatkan akses, namun saya berpikir akses yang dibatasi untuk sekarang adalah hal yang benar," dia menambahkan.
Masalah ini juga telah disoroti oleh pemerintah Inggris. Reuters melaporkan negara tersebut menulis surat terbika pada pemimpin Anthropic mengenai kemampuan serangan akibat Mythos pada 15 April lalu.
"Mythos mampu dalam serangan siber daripada model apapun yang pernah kami nilai sebelumnya," tulis surat terbuka itu berdasarkan pengujian Institut Keamanan AI.
Di Eropa sendiri, laporan Reuters yang mengutip tiga sumber pengawas kawasan tersebut menuliskan masalah tersebut belum jadi kekhawatiran. Pihak otoritas masih menilai lewat ketahanan siber yang ada.
Seorang sumber mengatakan bank sentral Eropa, ECB dan regulator lain telah menghubungi bank-bank yang ada di benua tersebut menilai kesiapan menghadapi risiko keamanan siber baru.
Para pengawas menanyakan kesadaran bank soal ancaman. Selain itu terkait kemampuan merespon risiko yang ada.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
2















































