Anak Muda Tinggalkan Barang Mewah, Beralih ke Kristal Keberuntungan

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Zirui Yang (22) pernah terobsesi dengan belanja sejak duduk di bangku SMP. "Pakaian, sepatu, dan aksesori - dan semuanya harus bermerek," kenang mahasiswi yang tinggal di Nanjing, China timur ini. "Awalnya Nike dan Adidas, lalu beralih ke Gucci dan Balenciaga."

Namun, dinamika tersebut berubah total sejak ia masuk kuliah pada 2022. Hobi belanjanya kini tidak lagi pada logo-logo besar desainer dunia, melainkan pada pembelian yang menawarkan nilai emosional.

"Saya lebih banyak membeli aksesori kecil, mainan mewah, parfum, dan traveling. Saya menyukai ritual, hal-hal baru, dan barang-barang yang memiliki identitas unik," ungkap Yang seperti dilansir CNN, Jumat (10/7/2026).

Pergeseran perilaku Yang menandai berakhirnya era obsesi logo (logo-mania) yang selama bertahun-tahun mendefinisikan pembeli Generasi Z dan milenial di China. Di tengah ketidakamanan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi pasca-Covid yang lambat, para generasi muda di negara tersebut kini berusaha mengobati kecemasan mereka dengan cara baru: ekonomi mistisisme spiritual atau "Xuanxue".

Alih-alih mengoleksi tas desainer, anak muda di China kini semakin banyak menghabiskan uang untuk aksesori "keberuntungan", kristal, dan fesyen. Serta wewangian yang membawa ketenangan sebagai upaya untuk melepaskan emosi, meskipun hanya sementara.

Mereka juga mengeluarkan uang untuk pengalaman spiritual seperti akhir pekan di situs Buddha Gunung Emei di Sichuan, retret kesehatan, hingga kunjungan rutin ke berbagai kuil di penjuru negeri.

Tren xuanxue ini berkembang sangat pesat dengan berbagai variasi harga, bahkan berhasil mengubah wajah industri ritel China. 

Barang pembawa 'keberuntungan'

Di segmen pasar yang lebih terjangkau, permintaan terhadap perhiasan "peningkat energi" yang ramah fengshui melonjak tajam.

Menurut data e-commerce yang dikutip oleh surat kabar Singapura Lianhe Zaobao, penjualan gelang kristal online di China meroket 320% secara tahunan (YoY). Angka ini menyumbang lebih dari sepertiga dari total perkiraan pasar kristal online negara tersebut yang bernilai 3 miliar yuan (USD 444 juta).

Menariknya, tren ini juga merambah ke sektor barang mewah (luxury goods). Meskipun pasar barang mewah pribadi China secara keseluruhan menyusut hingga 5%, beberapa barang bernilai tinggi justru viral karena dipercaya memiliki kekuatan mistis.

Di berbagai platform media sosial China, terdapat sebuah kodeks spiritual mewah dengan harga 34.100 yuan (US$5.000), gelang paku Cartier Juste un Clou dari emas putih 18 karat konon melindungi Anda dari kemalangan dan menjauhkan orang jahat. Gelang "T" Tiffany & Co. dari rose gold 18 karat dan berlian, seharga 47.300 yuan (US$7.000), dipercaya dapat menangkal bos yang buruk dan membuka peluang kerja baru.

Membeli Keberuntungan dan Kedamaian Batin

Bagi generasi muda di China, berbelanja barang mewah kini bukan lagi sekadar soal gengsi, melainkan sebuah pencarian spiritual. Di tengah tekanan ekonomi dan angka pengangguran kaum muda yang menembus angka 16%, Generasi Z di negara tersebut mulai beralih ke perhiasan bermakna mistis, wisata kuil, hingga aplikasi ramalan sebagai "perisai emosional" menghadapi masa depan.

Koleksi perhiasan tertentu kini naik daun karena dipercaya membawa hoki. Liontin Wulu dari Qeelin yang berbentuk labu botol dianggap membawa keberuntungan keluarga, sementara kalung bola Vivienne Westwood diyakini berdampak positif bagi karier. Bahkan, koleksi ikonik Alhambra berbentuk semanggi empat helai dari Van Cleef & Arpels-yang dibanderol mulai dari 14.100 yuan (US$2.000)-kini memiliki fungsi ganda di China: sebagai simbol status sekaligus jimat keberuntungan.

Di media sosial seperti Xiaohongshu, netizen sibuk mencocokkan material batu seperti mutiara, malachite, hingga onyx dengan kebutuhan hidup mereka, mulai dari asmara, keuangan, hingga pertemanan.

Meskipun China secara resmi merupakan negara ateis dengan kurang dari 10% populasi yang terdaftar dalam agama formal, laporan dari Pew Research Center menunjukkan bahwa 47% orang dewasa China masih memercayai fengshui.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |