Amran: RI Butuh 20 Peternakan Modern Kurangi Ketergantungan Susu Impor

15 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajak investor dalam maupun luar negeri menanamkan modal di sektor persusuan nasional. Menurutnya, Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus mewujudkan swasembada susu nasional.


Ajakan itu disampaikan Amran usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan peternakan sapi perah terpadu milik PT Global Dairi Bersama di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Senin (20/7/2026). Proyek tersebut ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun, dan dinilai menjadi model investasi yang dibutuhkan untuk mempercepat penguatan industri susu nasional.


"Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas. Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada," kata Amran dalam keterangannya.


Ia mengungkapkan, hingga kini Indonesia masih mengimpor sekitar 80% kebutuhan susu nasional atau setara 3,6-3,8 juta ton per tahun. Tingginya angka impor itu, menurutnya, menjadi peluang besar bagi investor untuk masuk ke industri persusuan dalam negeri.


"Ini adalah potensi yang sangat besar. Kami bangga putra terbaik bangsa membangun industri susu. Ini yang kita nantikan dan menjadi harapan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujarnya.


Amran mengatakan, peternakan sapi perah yang dibangun di Brebes ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 180 ribu ton susu segar per tahun, atau setara sekitar 20% produksi susu nasional saat ini. Semakin banyak investasi serupa terealisasi, semakin cepat kebutuhan susu nasional dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.


Untuk menarik lebih banyak investasi, Kementerian Pertanian juga menjanjikan kemudahan perizinan. Amran memastikan seluruh proses legalitas akan dipercepat agar investasi tidak terhambat birokrasi.


"Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp, insya Allah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit," tegas dia.


Selain membangun peternakan modern, Amran menekankan pentingnya memperkuat peternak rakyat sebagai bagian dari ekosistem industri susu nasional. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 50 ribu peternak sapi perah, sementara untuk mencapai swasembada diperkirakan dibutuhkan sedikitnya 100 ribu peternak yang produktif.


"Yang terpenting kita harus berkolaborasi. Pemerintah, pengusaha, BUMN, investor asing maupun lokal harus bergerak bersama. Kalau peternaknya kita bina, saya yakin swasembada susu bisa kita capai," ujar Amran.


Dalam kesempatan yang sama, CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri, mengatakan pembangunan peternakan sapi perah terpadu di Brebes merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung target swasembada susu pemerintah.


"Pembangunan peternakan terpadu PT Global Dairi Bersama di Brebes merupakan perwujudan komitmen kuat kami untuk berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada susu nasional. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun ekosistem industri susu yang mandiri dan kompetitif," ujar Ihsan.


Ia menjelaskan, proyek tersebut akan menggandeng sekitar 5.000 petani sebagai pemasok hijauan pakan ternak. Selain itu, perusahaan akan bekerja sama dalam penggemukan sekitar 7.000 ekor sapi jantan setiap tahun, serta bermitra dengan sekitar 1.000 hingga 2.000 peternak sapi perah.


Menutup keterangannya, Amran kembali mengajak pelaku usaha memanfaatkan besarnya peluang di industri persusuan nasional. Ia menegaskan pemerintah siap memfasilitasi investasi agar target swasembada susu dapat tercapai.


"Cari lagi teman-temannya. Kami akan bantu. Tidak ada biaya macam-macam. Pasarnya besar, potensinya besar. Kalau kita bekerja bersama, saya yakin Indonesia bisa swasembada susu," pungkas Amran.

(hoi/hoi)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |