Jakarta, CNBC Indonesia - Kebijakan kontrol ekspor teknologi Amerika Serikat (AS) ke China ternyata tak membuat negara kekuasaan Donald Trump menang telak. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan dalam negeri terdampak negatif dengan kebijakan itu.
Salah satunya terjadi pada Nvidia. Sekarang, raksasa chip itu memiliki pangsa pasar nol persen di China.
"Di China, daya saing kita sekarang telah turun ke nol," kata CEO Nvidia, Jensen Huang, dikutip dari Toms Hardware, Selasa (5/5/2026).
Bahkan, Huang menyebut kebijakan protektif AS itu menjadi bumerang. Kebijakan seharusnya dibuat dengan mengikuti perkembangan zaman, dia menambahkan.
"Menyerahkan seluruh pasar sebesar China mungkin tidak masuk akal secara strategis, jadi saya pikir sebagian besar menjadi bumerang. Mungkin masuk akal saat itu, namun kebijakan perlu dinamis dan mengikuti perkembangan zaman," jelasnya.
"Cukup aman mengatakan kehadiran perusahaan chip Amerika dan perusahaan lain di China sangat masuk akal," dia menambahkan.
Huang juga mengatakan China tetap akan unggul meski tanpa GPU AI dan software terkemuka dari AS. Sebab, China adalah pesaing tangguh pada model AI terbaru.
China, disebutnya memiliki talenta yang luar biasa yang menjadi harta karun negara. Mereka adalah ahli sains dan matematika, serta sejumlah peneliti AI lokal yang juga sangat luar biasa.
"Mereka punya energi yang lebih murah. Mereka punya talenta yang luar biasa," kata Huang.
China juga kian cepat mewujudkan keinginan mengandalkan kekuatan dalam negerinya. Ini semua berkat kontrol ekspor AS yang disebut Huang kontraproduktif secara strategis.
Sebenarnya, pemerintahan AS sudah membuka lebar-lebar ekspor chip canggih H200 buatan Nvidia ke China. Namun, melunaknya sikap Trump terjadi saat China sudah makin kencang mengembangkan industri dalam negeri.
China juga enggan menerima tawaran chip dari AS dengan lapang dada. Alhasil, penjualan chip H200 ke China masih belum terjadi dan mengalami banyak kendala. Bisa dibilang, ini adalah buah simalakama yang diciptakan AS sendiri. Pembalasan dendam China ternyata lebih ganas.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
3















































