Amerika Ditinggal, Ahli AI Ramai-Ramai Pindah ke China

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri Artificial Intelligence (AI) tengah mengalami pergeseran penguasa teknologi dunia. Hal ini ditandai dengan perpindahan talenta asal raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) menuju China.

Alibaba, misalnya, dilaporkan merekrut peneliti Google Deep Mind Hao Zhou. Dia akan bertugas untuk mendukung pengembangan Qwen AI.

Sementara wakil presiden riset di Google Mind, Wu Yonghui telah meninggalkan perusahaan. Kini, dia bekerja untuk memimpin riset di Bytedance Seed pada Februari tahun lalu.

Yang Zhilin diketahui pernah bekerja sebagai karyawan Meta AI dan Google Brain, mendirikan startup Moonshot. Perusahaan tersebut adalah pembuat model Kimi AI.

Selain itu Yao Shunyu yang meninggalkan peranannya di Open AI tahun lalu untuk menjadi Kepala Ilmuan AI Tencent.

CNBC Internasional mencatat warga negara China banyak yang akhirnya mencari pekerjaan di kampung halaman karena ketidakpastian kebijakan imigrasi AS. Ini dilakukan meskipun gaji yang mereka dapatkan lebih rendah.

Selain itu, China juga berupaya menarik talenta dengan meningkatkan investasinya. Lebih banyak dana digelontorkan sebagai cara agar negara itu bisa mengejar terobosan dalam lima tahun ke depan.

Para talenta itu diketahui membawa pemikiran AS dalam pengembangan AI di China. Bahkan dengan impian yang cukup ambisius.

Yao dalam sebuah kesempatan pernah mengatakan bertujuan untuk bisa membangun organisasi kecerdasan buatan umum atau Artificial General Intelligence (AGI) dengan waktu yang lebih panjang.

"Tujuan pribadi saya adalah kita bisa membangun organisasi AGI untuk jangka panjang," dia menjelaskan.

Dia juga memastikan super aplikasi bukan hanya berasal dari produk asal AS seperti ChatGPT atau Claude. Menurutnya masih ada potensi yang belum dimanfaatkan, ini nilainya mencapai triliunan dolar.

Masa depan AI di negeri China, Yao menambahkan dengan model yang lebih kecil dan kinerja lebih konsisten pada tugas-tugas dasar.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |