AHY Minta Transformasi Digital Dipercepat, Beberkan Manfaatnya

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya transformasi digital dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital pun dipandang akan mempercepat langkah pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

"Transformasi digital bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Dari kota cerdas hingga sistem transportasi cerdas, teknologi digital memungkinkan kita untuk mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan keamanan, dan meningkatkan penyampaian layanan," ujar dia di sela acara World Engineering Day for Sustainable Development (WED) 2026, Rabu (4/3/2026).

Melalui transformasi digital, pemerintah berupaya meningkatkan pemanfaatan sejumlah teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Big Data, penginderaan jarak jauh, dan digital twins untuk mengoptimalkan perencanaan dan operasional pembangunan infrastruktur. Perangkat teknologi tersebut mendatangkan sejumlah manfaat, seperti adanya proses pemeliharaan yang bisa diprediksi, efisiensi biaya, hingga meningkatkan daya tahan bangunan infrastruktur terhadap risiko iklim.

Jika dirinci di sektor transportasi, AHY bilang bahwa pemanfaatan teknologi digital akan meningkatkan efisiensi logistik sekaligus mengurangi emisi karbon. Sedangkan, di sektor perumahan, pendekatan digital berbasis data memungkinkan solusi perumahan yang lebih inklusif dan terjangkau. Dalam lingkup pekerjaan umum, kegiatan pemantauan dengan teknologi digital berbasis sensor akan meningkatkan keselamatan kerja.

Dengan adanya transformasi digital ini, AHY berharap profesi insinyur harus mampu merangkul pergeseran tren tersebut. "Insinyur masa depan bukan hanya seorang pembangun, tetapi juga seorang analis data, pemikir sistem, dan inovator," terang dia.

Di samping itu, AHY bilang, Indonesia membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kepemimpinan untuk bidang rekayasa berkelanjutan. Sebab, pemahaman terhadap teknologi saja tidak cukup lantaran pembangunan berkelanjutan membutuhkan orang-orang yang cakap.

"Insinyur harus dilengkapi tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan penilaian etis, perspektif multidisiplin, dan kesadaran global. Kita harus berinvestasi dalam pendidikan, standar profesional, dan pembelajaran sepanjang hayat," jelasnya.

Lantas, AHY kembali menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk memberdayakan insinyur muda, termasuk perempuan dan komunitas yang kurang terwakili. Pada akhirnya, semua pemangku kepentingan harus memperkuat kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.

"Dalam hal ini, organisasi seperti World Federation of Engineering Organizations dan lembaga nasional kita seperti Persatuan Insinyur Indonesia (PII) memainkan peran yang sangat penting," tandas dia.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |