5 Prediksi Tren Dating 2026: AI Jadi Mak Comblang-Jomblo Kian Bersinar

22 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun baru biasanya identik dengan resolusi cinta. Tapi 2026 tampaknya akan berjalan beda.

Menurut laporan tren dari Mashable, dunia kencan tahun ini justru akan semakin jauh dari pola klasik, yaitu aplikasi kencan mulai ditinggalkan, hubungan offline kembali naik daun, dan kecerdasan buatan mulai mengambil peran besar dalam urusan asmara.

Dua jurnalis Mashable yang fokus meliput isu hubungan, Rachel Thompson dan Anna Iovine, merangkum lima prediksi utama tren dating 2026 yang diyakini akan mengubah cara orang mencari pasangan.

1. AI Resmi Masuk Dunia Percintaan

Teknologi kecerdasan buatan menjadi pemain besar di dunia kencan. Aplikasi seperti Hinge dan Tinder mulai menyematkan fitur berbasis AI, mulai dari saran pesan pembuka hingga sistem pencocokan berbasis algoritma yang semakin canggih.

Bahkan, bukan cuma sebagai alat bantu. Tahun lalu, fenomena orang yang benar-benar "berkencan" dengan chatbot mulai mencuat, dan tren ini diprediksi berlanjut di 2026. Beberapa pengguna bahkan mengaku sangat terikat secara emosional dengan AI companion mereka, hingga panik saat sistem diperbarui.

2. Banyak Orang Mulai Menjauh dari Dating

Kelelahan terhadap aplikasi kencan makin meluas. Hampir 80% pengguna aplikasi kencan mengaku mengalami burnout.

Perempuan, khususnya yang berkencan dengan laki-laki, mulai menurunkan prioritas dating dalam hidup mereka. Fokus bergeser ke pertemanan, karier, hobi, kesehatan mental, dan pengembangan diri.

Single tidak lagi dianggap masalah. Bahkan, budaya single positivity makin menguat. Memamerkan pasangan di media sosial justru mulai dianggap tidak keren. Menjadi jomblo dan menikmati hidup sendiri kini menjadi simbol kebebasan baru.

3. Dunia Offline Jadi Semakin Seksi

Ketika teknologi makin mendominasi hidup, sebagian generasi muda justru memilih mundur selangkah. Klub anti-teknologi, acara kencan offline, hingga gaya hidup minim smartphone mulai tumbuh.

Tidak punya Instagram dianggap menarik. Tidak main dating apps justru dianggap lebih menggoda. Berinteraksi langsung, tatap muka, dan tanpa filter menjadi daya tarik utama baru.

4. Kencan Hemat Jadi Tren

Tekanan ekonomi mendorong kreativitas dalam percintaan. Biaya makan dan minum yang terus naik membuat pasangan memilih aktivitas kencan murah tapi bermakna.

Pesta kecil di rumah, jalan santai di taman, ngobrol panjang di bangku publik, hingga flirting party buatan sendiri diprediksi semakin populer. Romansa tidak lagi diukur dari mahalnya tempat, tapi dari kualitas kebersamaan.

5. Penampilan Kian Menentukan

Sayangnya, standar visual diperkirakan makin dominan. Fenomena pretty privilege semakin kuat, didorong tren seperti looksmaxxing, pengukuran proporsi wajah, hingga popularitas obat penurun berat badan dan perawatan rambut terbaru.

Foto profil akan disaring lebih ketat. Penampilan fisik semakin mempengaruhi peluang seseorang dalam dunia kencan.

Rachel Thompson, editor Mashable sekaligus penulis buku The Love Fix, menyebut dinamika ini mencerminkan kelelahan kolektif manusia terhadap sistem kencan modern yang serba cepat, digital, dan melelahkan secara emosional.

"Orang-orang mulai bertanya ulang: apakah cara kita berkencan selama ini benar-benar membuat bahagia?" tulisnya.

Jika prediksi ini tepat, maka 2026 bukan sekadar soal menemukan pasangan, melainkan tentang menemukan ulang makna hubungan di era teknologi yang semakin kompleks.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |