10 Emiten Rights Issue di Agustus - September, Angkanya Fantastis!

4 hours ago 2

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

03 September 2026 07:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Nilai aksi korporasi tersebut bervariasi, mulai dari ratusan miliar hingga puluhan triliun rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga 2 September 2026, beberapa perusahaan telah mengungkapkan harga tebus dan nilai maksimal penerbitan saham. Salah satu pengumuman terbaru datang dari PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), yang merilis prospektus ringkas pada 1 September 2026.

Adapun jadwal final pelaksanaan belum seluruhnya terverifikasi, sehingga belum dicantumkan dalam rangkuman berikut.

Daftar Harga Tebus dan Nilai Maksimal Rights Issue

Harga tebus dan nilai maksimal dalam tabel mengacu pada rencana yang telah diumumkan. Keterangan "belum tersedia" digunakan untuk rincian yang masih menunggu penetapan atau pembaruan final yang terverifikasi.

CBRE Rilis Prospektus Terbaru, Bidik Rp1,27 Triliun

CBRE merilis prospektus ringkas rights issue pada 1 September 2026. Perseroan berencana menerbitkan sekitar 11,80 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp108 per saham, sehingga nilai maksimal penerbitannya mencapai sekitar Rp1,27 triliun.

Dalam rencana tersebut, setiap pemegang 100 saham lama berhak memperoleh 260 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru pada harga pelaksanaan yang telah diumumkan.

Jumlah saham baru yang ditawarkan setara sekitar 72,22% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue. Rencana aksi korporasi ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan melalui RUPSLB pada 18 Desember 2025.

FORU Catat Nilai Rencana Terbesar

FORU mencatatkan nilai rencana rights issue terbesar dalam daftar tersebut, mencapai sekitar Rp27,10 triliun dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Nilai tersebut mencakup setoran modal non-tunai berupa saham PT Borneo Prima melalui mekanisme inbreng. Dengan demikian, keseluruhan nilai penerbitan tidak seluruhnya berupa dana tunai yang masuk ke perseroan.

Sementara itu, BUVA menyiapkan rights issue dengan nilai maksimal sekitar Rp1,54 triliun pada harga Rp250 per saham. BRNA mengumumkan harga pelaksanaan Rp685 per saham dengan nilai maksimal sekitar Rp372,61 miliar, sedangkan AHAP menawarkan harga Rp50 per saham dengan nilai maksimal Rp175 miliar.

ENRG sebelumnya telah mengumumkan rincian rights issue, tetapi pelaksanaannya dilaporkan ditunda. Adapun BAJA masih disebut menunggu pernyataan efektif OJK dalam pemberitaan 20 Agustus 2026. Angka dari rencana sebelumnya tidak dicantumkan dalam tabel karena pembaruan final belum terverifikasi.

EURO menyiapkan penerbitan maksimal 2 miliar saham baru yang akan dimintakan persetujuan melalui RUPSLB pada 18 September 2026.

Sementara itu, BMAS telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 27 Agustus 2026 untuk menerbitkan maksimal 2,875 miliar saham. Harga, rasio, dan jadwal pelaksanaannya akan ditetapkan kemudian.

MEJA juga masih mempersiapkan tahapan lanjutan terkait rights issue dan rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa. Nilai maksimal yang tercantum dalam daftar merupakan target penerbitan saham sebelum biaya emisi, sehingga realisasinya bergantung pada pelaksanaan masing-masing aksi korporasi.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |