Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi nelayan hingga tingginya bunga pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Hal itu disampaikannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto, saata HUT ke-29 Partai Amanat Nasional (PAN).
Zulhas mengatakan PAN memiliki kesamaan nilai dengan pemerintahan Prabowo, terutama dalam keberpihakan kepada kelompok masyarakat kecil.
"Baru Bapak yang bicara mengenai Pasal 33. Komitmen itu yang kita pegang," kata Zulhas, dalam pidatonya.
Menurut Zulhas, keberpihakan Prabowo terhadap petani terlihat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk terkait pupuk dan irigasi. Dia kemudian meminta perwakilan petani yang hadir dalam acara tersebut untuk berdiri.
Zulhas mengatakan meskipun Indonesia memiliki wilayah laut yang luas, kondisi ekonomi nelayan masih relatif lemah.
"Luas wilayah Indonesia adalah laut. Namun nelayan kita berada di desil 1 sampai desil 4, Pak," katanya.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan nilai tukar petani padi. Menurut Zulhas, nilai tukar petani padi berada di angka 129, sedangkan nelayan hanya 103.
"Artinya dari 100 pokok, dia hanya dapat 3. Pak, nelayan kita kalau enggak dibantu, tidak bisa makan, tidak bisa menyekolahkan anaknya. Mereka menderita," ujarnya.
Zulhas juga menyinggung persoalan pencurian ikan di perairan Indonesia. Ia menyebut nelayan Indonesia masih menghadapi keterbatasan dibandingkan nelayan dari negara lain. Dia menyebut nilai ikan yang dicuri setiap tahun mencapai lebih dari Rp 200 triliun, dengan merujuk pada pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan.
"Tiap tahun ikan kita dicuri, hampir Rp 200 triliun lebih, kata Menteri Kelautan, kenapa? karena nelayan-nelayan kita lemah," kata Zulhas.
"Alhamdulillah, Bapak berpihak kepada nelayan-nelayan Indonesia. Bapak bangun kampung nelayan dan nelayan-nelayan," ujarnya.
Zulhas kemudian menyinggung kelompok perempuan pelaku usaha mikro yang mendapatkan pembiayaan melalui program Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Menurutnya, pembiayaan bagi kelompok usaha ultramikro perempuan prasejahtera sebelumnya dikenakan bunga yang relatif tinggi.
"Program pembiayaan kelompok usaha ultramikro untuk perempuan prasejahtera dengan model kelompok. Mereka dikenakan bunga rata-rata 24 persen setahun," kata Zulhas.
Ia membandingkan tingkat bunga tersebut dengan bunga yang diterima pengusaha besar.
"Ibu-ibu pengusaha sangat kecil, Bapak. Sementara pengusaha besar bunga 9 persen," ujarnya.
Zulhas kemudian mengatakan pemerintahan Prabowo menurunkan bunga pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah, termasuk Mekaar, menjadi 8%. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil.
Selain nelayan dan pelaku usaha mikro, Zulhas turut menyinggung kebijakan pemerintah terhadap pengemudi ojek online (ojol). Di hadapan Prabowo, ia mengatakan potongan yang dikenakan aplikator kepada pengemudi ojol telah turun.
"Teman-teman ojol, Pak. Potongan aplikator dari 20 persen, sekarang kepemimpinan Pak Prabowo diturunkan menjadi 8 persen," ujar Zulhas.
Dia menilai berbagai kebijakan tersebut menunjukkan adanya kesamaan nilai antara PAN dan pemerintahan Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

7 hours ago
3
















































