Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Timur Tengah yang berimbas pada penutupan Selat Hormuz disebut Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich telah berdampak pada lonjakan harga energi yakni minyak gas hingga batu bara.
Kenaikan harga energi dikhawatirkan akan mengerek harga-harga dan akan meningkatkan angka inflasi yang akan berimbas pada ekonomi dan APBN hingga menurunnya prospek pemangkasan suku bunga bank sentral AS, The Fed hingga Bank Indonesia bahkan ada potensi suku bunga naik.
Kondisi ini tentu saja menjadi perhatian pelaku pasar sehingga investor cenderung berhati-hati dalam berinvestasi di pasar keuangan global termasuk RI.
Seperti apa pelaku pasar melihat dampak perang ke inflasi, suku bunga hingga pasar keuangan RI? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Chief Investment Officer BNI Asset Management, Farash Farich dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 31/03/2026)
Add
source on Google

3 hours ago
3
















































