Video: Hadapi Efek Perang, Strategi " Cash is The King" Jadi Pilihan?

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketegangan geopolitik Timur Tengah yang masih memanas dan mengerek kenaikan harga minyak dunia membuat inflasi global terancam naik, efeknya potensi bank sentral untuk kembali memangkas level suku bunga acuan semakin terbatas.

Kondisi ini disebut Direktur PT Insight Investments Management, Camar Remoa membuat probabilitas The Fed hingga Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga terus turun. Diramal The Fed hanya berpeluang 1 kali menurunkan suku bunga meski Bank Indonesia masih bisa memangkas BI Rate sebanyak 2 kali.

Menghadapi kondisi ini, para pelaku pasar termasuk MI melakukan sejumlah langkah antisipatif dengan meningkatkan porsi cash dalam portofolio. Tujuannya meningkatkan likuiditas sekaligus memberi peluang untuk mengakumulasi kembali jika pasar terus terkoreksi.

Seperti apa strategi investasi MI hadapi gejolak pasar saat ini? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur PT Insight Investments Management, Camar Remoa dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 10/03/2026)


Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |