Terungkap! Ini Orang Indonesia Pertama yang Mampu Terbang Naik Pesawat

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah mahalnya harga tiket, pesawat tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian, baik dalam negeri maupun luar negeri. Jutaan orang Indonesia setiap tahun tercatat menggunakan moda transportasi udara ini. Namun, di balik ramainya dunia penerbangan saat ini, siapa orang Indonesia pertama yang naik pesawat?

Tidak ada catatan resmi yang benar-benar memastikan jawabannya. Meski begitu, ada satu sosok yang kerap disebut dalam berbagai kisah sebagai orang Indonesia pertama yang merasakan terbang di udara, yakni Abah Ono.

Abah Ono merupakan sosok yang hidup pada masa awal perkembangan penerbangan di Hindia Belanda (kini Indonesia). Dia dikenal sebagai warga Cimahi, Bandung, yang memiliki pengalaman tak biasa pada zamannya. Sekitar tahun 1915, ketika pesawat masih menjadi teknologi baru dan langka, Abah Ono sudah rutin terbang dari Bandung ke Batavia (kini Jakarta).

Kala itu, pesawat yang digunakan masih sangat sederhana, yakni berupa pesawat baling-baling dengan teknologi terbatas. Bahkan, tidak semua orang Belanda sekalipun memiliki kesempatan untuk menaikinya. Namun, Abah Ono justru bisa terbang hampir setiap minggu. Hal ini bukan tanpa alasan.

Menurut laporan koran Berita Buana (15 Februari 1981), Abah Ono merupakan pengawal seorang perwira Belanda bernama Kolonel Obooste. Akibat faktor tugas, Abah Ono kerap diajak ikut dalam perjalanan udara.

Kemampuannya juga menjadi faktor penting. Dia dikenal memiliki penglihatan sangat tajam yang menjadi kemampuan krusial dalam penerbangan saat itu. Dari udara, dia bisa membadakan pemandangan yang sulit dibedakan, seperti permukiman, perkebunan, jalan dan sungai.

Selain itu, Abah Ono juga memiliki keunggulan lain yang jarang dimiliki orang pada masa tersebut. Dia tidak pernah mengalami mabuk udara, bahkan sejak pertama kali terbang. Hal ini membuatnya semakin diandalkan dalam setiap perjalanan.

Di luar kisah penerbangannya, Abah Ono juga dikenal karena usianya yang sangat panjang. Pada tahun 1981, dia mengaku telah berusia 131 tahun dan membuat banyak orang meragukannya, termasuk petugas administrasi setempat. Namun, penelusuran yang dilakukan wartawan Harian Berita Buana menemukan dokumen resmi dari Kementerian Pertahanan tertanggal 1953 yang mencatat usia Abah Ono saat itu sudah mencapai 112 tahun.

"Berdasarkan KPTS-MP (Menteri Pertahanan) no. 1456/12/II/III/PO/D/Mtgl.17-1-1953, tertulis umur Abah Ono berusia 112 tahun," ungkap Berita Buana

Terlepas dari kontroversi soal usianya, kisah Abah Ono tetap menjadi bagian menarik dari sejarah penerbangan di Indonesia. Dia menjadi simbol bagaimana teknologi yang kini terasa biasa, dulu merupakan sesuatu yang sangat eksklusif dan hanya bisa dinikmati segelintir orang.

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Khusus terkait bencana, naskah ini diharapkan bisa membangun kesadaran dan kewaspadaan terhadap mitigasi bencana.

(mfa/mfa)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |