Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang panas ekstrem menghantam sejumlah negara Eropa dan memicu rekor suhu tertinggi di Inggris, Irlandia, hingga Prancis. Fenomena yang disebut "kubah panas" atau heat dome membuat udara panas dari Afrika Utara terperangkap di bawah tekanan tinggi di Eropa Barat, memicu suhu yang biasanya baru muncul saat puncak musim panas.
Inggris
Di Inggris, badan meteorologi Met Office mencatat suhu mencapai 34,8 derajat Celsius di Kew Gardens, London Barat Daya, Senin waktu setempat. Angka itu memecahkan rekor suhu tertinggi bulan Mei sebelumnya dengan selisih dua derajat Celsius.
"Panas seperti ini akan luar biasa di Inggris bahkan di pertengahan musim panas, apalagi di bulan Mei," tulis Met Office melalui akun X resminya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Ahli meteorologi Met Office Greg Dewhurst menyebut lonjakan suhu ekstrem menjadi indikasi nyata perubahan iklim yang tengah berlangsung. Ia mengatakan, hal ini kemungkinan besar akan menjadi norma baru.
Ilmuwan iklim menilai perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat cuaca ekstrem seperti gelombang panas, banjir, dan kekeringan menjadi semakin sering dan intens. Fenomena panas ekstrem ini menjadi pukulan baru bagi Eropa setelah sebelumnya kawasan tersebut berulang kali diterjang cuaca ekstrem, mulai dari banjir besar hingga kekeringan panjang.
Pekan lalu, penasihat iklim pemerintah Inggris juga memperingatkan bahwa negara tersebut "dibangun untuk iklim yang sudah tidak ada lagi" dan mendesak pemerintah memperbarui infrastruktur sekolah hingga rumah sakit agar mampu menghadapi suhu bumi yang makin panas. Inggris sendiri pernah mencatat sejarah pada 2022 ketika suhu menembus 40 derajat Celsius untuk pertama kalinya sejak pencatatan modern dimulai.
Tak hanya Inggris, Irlandia juga mencetak rekor suhu tertinggi Mei sebesar 28,8 derajat Celsius di Killarney dan Clonmel. Di Skotlandia, kebakaran rumput terjadi di dekat bukit Arthur's Seat di Edinburgh akibat suhu mencapai 25 derajat Celsius, di mana asap kebakaran bahkan menyelimuti sebagian kota.
Prancis
Sementara itu di Prancis, badan cuaca Meteo-France melaporkan puluhan rekor suhu pecah di berbagai kota. Delapan wilayah barat Prancis kini berada dalam status peringatan gelombang panas.
Kota Bergerac mencatat suhu tertinggi 34,7 derajat Celsius, sementara Nantes dan Angers juga mengalami suhu mendekati level tersebut. Meteo-France memperkirakan suhu 32-35 derajat Celsius akan melanda sebagian besar wilayah barat Prancis, bahkan dapat mencapai 36-37 derajat Celsius di wilayah selatan.
Hal ini membuat Perdana Menteri (PM) Prancis Sebastien Lecornu dijadwalkan menggelar rapat khusus dengan para menteri utama pada Kamis untuk membahas kesiapan pemerintah menghadapi gelombang panas berkepanjangan. Apalagi, dampak panas ekstrem mulai memakan korban.
Seorang pria dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti lomba lari 10 kilometer di Paris pada Minggu. Selain itu, 10 peserta lainnya harus dirawat kritis setelah mengikuti lomba lari di Maisons-Alfort, pinggiran Paris.
Spanyol
Di Spanyol, Badan Meteorologi Negara (Aemet) memperingatkan suhu "luar biasa tinggi" akan terus berlangsung sepanjang pekan. Suhu diperkirakan mencapai 36-38 derajat Celsius mulai Rabu hingga Jumat.
Spanyol bahkan diperkirakan mengalami "malam tropis". Ini merujuk keadaan ketika suhu malam hari tetap tinggi dan menyulitkan tubuh untuk mendingin.
Italia
Sementara di Italia, wilayah Lazio yang mencakup Roma mulai memberlakukan pembatasan kerja luar ruangan. Aktivitas seperti pertanian, konstruksi, dan logistik dilarang dilakukan di bawah paparan matahari langsung antara pukul 12.30 hingga 16.00 waktu setempat sampai 15 September mendatang.
(tfa/tfa)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































