Terbaru! Realisasi Anggaran MBG Capai Rp134,2 T per Agustus 2026

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp134,2 triliun hingga 31 Agustus 2026, atau sepanjang delapan bulan pelaksanaan APBN 2026.

Suahasil menyebut program MBG kini semakin tepat sasaran, didukung oleh reformasi yang gencar dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) belakangan ini.

"Kepala BGN koordinasi erat dengan kami. Kemenkeu mendukung reform BGN yang sedang berjalan, dan Kemenkeu terus melakukan koordinasi dengan BGN," kata Suahasil.

Berdasarkan paparan dalam APBN KiTa edisi September 2026, realisasi anggaran MBG menunjukkan tren kenaikan konsisten setiap bulan: dari Rp19,55 triliun pada Januari, terus naik hingga Rp75 triliun pada April, Rp101,10 triliun pada Juni, hingga mencapai Rp134,19 triliun pada Agustus 2026.

Adapun, dari penyaluran anggaran ini, maka penerima manfaat MBG pada bulan Agustus 2026 telah mencapai 57 juta penerima, dan disalurkan melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejak Januari 2026, jumlah penerima manfaat menunjukkan tren kenaikan dari 52,4 juta menjadi 57 juta pada Agustus, dengan komposisi mayoritas berasal dari kalangan siswa (46,2 juta pada Agustus) dibandingkan non-siswa (10,8 juta).

Kemenkeu mengungkapkan empat kebijakan reformasi BGN terbaru, yakni:

  1. Wajib SLHS - Setiap SPPG kini diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk meningkatkan keamanan pangan MBG.
  2. Penutupan SPPG tanpa SLHS - SPPG yang belum memenuhi standar higienitas akan ditutup, namun tetap menjamin keberlangsungan layanan bagi penerima manfaat.
  3. Penataan Wilayah 3T - SPPG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan tingkat stunting tinggi diprioritaskan bagi kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta santri.
  4. Target Penerima oleh BGN - Penentuan penerima manfaat kini dialihkan dari SPPG ke BGN, dengan tujuan agar distribusi MBG berjalan lebih optimal.

Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026. (CNBC Indonesia/Robertus)Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026. (CNBC Indonesia/Robertus) Foto: Menteri Keuangan Indonesia Suahasil Nazara menyampaikan pemaparan APBN KiTA di Kementerian Keuangan di Jakarta, 18 September 2026. (CNBC Indonesia/Robertus)

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |