Skandal Susu Formula Terkontaminasi: Recall 60 Negara, 5 Produsen Kena

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Skandal susu formula terkontaminasi kembali mengguncang Prancis. Penarikan produk (recall) masih terus berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, memicu kekhawatiran luas di kalangan orang tua hingga pelaku pasar.

Jaksa penuntut umum Paris mengonfirmasi telah membuka penyelidikan terhadap lima perusahaan produsen susu formula. Langkah hukum ini diambil di tengah meningkatnya jumlah produk yang ditarik dari peredaran serta derasnya pengaduan masyarakat.

Investigasi mencakup produk nutrisi bayi yang didistribusikan oleh tiga raksasa industri susu dunia, yakni Nestle, Danone, dan Lactalis. Selain itu, sejumlah merek lebih kecil seperti Babybio dan La Marque en Moins juga terdampak.

Terancam Sanksi Pidana

Penarikan dilakukan menyusul dugaan kontaminasi cereulide-racun tahan panas yang dapat memicu mual, muntah, dan diare. Meski gejala umumnya mereda dalam 24 jam, paparan dalam kondisi tertentu berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Jaksa Penuntut Paris menyatakan kasus ini masuk kategori "penipuan terkait barang yang membahayakan kesehatan manusia", dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara dan denda hingga 3,75 juta euro.

Kasus ini pertama kali mencuat pada Desember-Januari lalu. CEO Nestle, Philipp Navratil, saat itu menyampaikan penyesalan atas kekhawatiran yang timbul.

"Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa keselamatan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami," ujarnya.

Kejaksaan Prancis mengambil alih penanganan perkara menyusul banyaknya laporan di seluruh negeri. Kementerian Kesehatan Prancis juga tengah menyelidiki tiga laporan kematian bayi yang diduga berkaitan.

Potensi Dampak Global

Dalam keterangan resmi tertanggal 29 Januari, Nestle mengungkap telah menemukan jejak cereulide pada sejumlah batch produk jadi di Belanda sejak awal Desember 2025. Pada 10 Desember 2025, perusahaan melaporkan temuan tersebut kepada otoritas Belanda, Komisi Eropa, dan negara-negara yang berpotensi terdampak.

Pada hari yang sama, Nestle langsung menarik 25 produk di 16 negara Eropa.

Penarikan awal mencakup merek SMA, Beba, dan Little Steps di seluruh Eropa.

Langkah serupa kemudian dilakukan oleh Danone serta Lactalis, termasuk merek Cow & Gate. Hingga kini, recall telah terjadi di lebih dari 60 negara, memperluas dampaknya ke pasar global.

Nestle menyebut sumber kontaminasi ditelusuri ke pemasok bahan baku minyak asam arakidonat (ARA), zat yang lazim ditambahkan dalam susu formula bayi untuk mendukung perkembangan otak. Meski identitas pemasok belum diumumkan, Badan Standar Makanan Inggris telah mengeluarkan peringatan resmi.

Otoritas Tetapkan Ambang Batas Toksin

Pihak berwenang terus mengimbau orang tua untuk memeriksa daftar produk yang ditarik guna memastikan keamanan konsumsi. Pada 2 Februari, Otoritas Keamanan Pangan Eropa menetapkan ambang batas kadar toksin cereulide.

Sebelumnya, belum terdapat standar terharmonisasi di tingkat Uni Eropa. Karena kasus kontaminasi ini tergolong langka.

Sementara itu, otoritas Inggris melaporkan telah menerima sedikitnya 36 laporan klinis bayi dengan gejala yang sesuai dengan keracunan cereulide.

Kasus ini tak hanya menjadi isu kesehatan publik, tetapi juga berpotensi mengguncang reputasi dan kinerja keuangan para raksasa industri susu global di tengah ketatnya regulasi keamanan pangan Eropa.

(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |