Sepakat Gencatan Senjata 45 Hari, Israel Tak Bisa Pegang 'Omongan'

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari, pasca berakhir pada 17 Mei 2026 hari ini. Gencatan senjata itu sejatinya telah disepakati pada Jumat (15/5/2026).

Mengutip AFP, di tengah kesepakatan gencatan senjata itu, Israel justru melancarkan serangkaian serangan udara di Lebanon Selatan pada hari Sabtu (16/5/2026).

Israel menyatakan bahwa mereka menargetkan Hizbullah, namun serangan tersebut didahului oleh peringatan evakuasi yang mencakup sembilan desa.

Dan pemboman yang terus berlanjut ini justru semakin meningkatkan keraguan terhadap gencatan senjata di kalangan ribuan warga Lebanon yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka di wilayah selatan.

Badan Berita Nasional Lebanon (NNA) yang dikelola pemerintah melaporkan serangan terhadap setidaknya lima desa pada hari Sabtu, termasuk satu desa yang berjarak lebih dari 50 kilometer dari perbatasan.

Pada saat yang sama, NNA melaporkan eksodus baru penduduk menuju kota Sidon di selatan dan ibu kota Beirut. Sejak dimulainya gencatan senjata, Israel berulang kali mengeluarkan peringatan evakuasi untuk desa-desa di selatan Lebanon sebelum serangan.

Selama periode ini, cakupan geografisnya telah meluas untuk mencakup wilayah di utara Sungai Litani dan lebih jauh dari perbatasan. Militer Israel juga dikabarkan menyerang setidaknya satu kota yang tidak termasuk dalam peringatan, di dekat kota Nabatieh di selatan.

Meskipun ada gencatan senjata, Israel terus melakukan serangan di Lebanon, dan pasukannya menduduki wilayah di dekat perbatasan. Sementara itu, Hizbullah secara rutin mengklaim serangan terhadap Israel utara dan terhadap militer Israel di Lebanon selatan

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |