Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada MYOR hingga HMSP

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (19/6) dengan kenaikan tipis 0,08% ke level 6.177,14. 

Penguatan indeks ditopang oleh lonjakan saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN), sementara pelemahan terdalam terjadi pada saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Di pasar reguler, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp3,14 triliun, sedangkan secara keseluruhan pasar mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun. Dari sisi sektoral, lima dari sebelas sektor ditutup di zona hijau dengan sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 1,61%, sementara sektor properti mengalami koreksi terdalam sebesar 1,86%.

Pasar saham Amerika Serikat tidak beroperasi pada Jumat lalu sehubungan dengan peringatan Juneteenth National Independence Day. Pada pekan ini, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dan revisi final pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS yang berpotensi memberikan petunjuk terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). 

Selain itu, pelaku pasar juga menanti pengumuman klasifikasi pasar saham Indonesia dari MSCI. Di sisi lain, indeks offshore MSCI Indonesia terkoreksi 0,77%, sedangkan ETF Indonesia (EIDO) bergerak stabil.

Sementara itu, PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) memulai masa book building pada 22-24 Juni 2026 dengan target pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli mendatang. Perseroan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kesehatan tersebut membidik penghimpunan dana hingga Rp269,27 miliar melalui penawaran saham pada kisaran harga Rp446-Rp515 per saham.

Dana hasil penawaran umum perdana saham tersebut akan digunakan sekitar Rp50 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman perseroan. Selain itu, sekitar 11,8% dialokasikan untuk belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa, sedangkan sekitar 68,7% akan digunakan untuk pembelian barang terkait proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.

Di sisi lain, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) IV dengan menerbitkan maksimal 2,44 miliar saham baru atau setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan ditetapkan sekurang-kurangnya sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan saham MDKA selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham baru.

Perseroan berencana mengalokasikan sekitar 30% dana hasil PMTHMETD untuk kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas grup. Sementara itu, sekitar 70% sisanya akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha melalui belanja modal, akuisisi saham, pembelian aset, dan penyertaan pada perusahaan yang bergerak di sektor yang sejalan dengan kegiatan usaha MDKA. Hingga saat ini, perseroan masih belum menetapkan pihak yang akan menyerap saham baru tersebut. 

Apabila seluruh saham baru diterbitkan, kepemilikan pemegang saham eksisting berpotensi terdilusi maksimal 9,09%. Rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni.

Selanjutnya ada PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp166 per saham atau setara Rp415,35 miliar. Nilai tersebut merepresentasikan rasio pembayaran dividen sebesar 65,35% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Sepanjang 2025, BIRD mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,71 triliun, meningkat 13,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga tumbuh 8,56% menjadi Rp643,41 miliar, didukung kenaikan EBITDA sebesar 13,36% menjadi Rp1,30 triliun. Laba per saham dasar tercatat meningkat menjadi Rp254 dari Rp234 pada tahun sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan 19 Juni, saham BIRD berada di level Rp1.675 per saham, yang mencerminkan imbal hasil dividen sekitar 9,91%. Adapun cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 30 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 10 Juli 2026.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas

  • MYOR - Buy 1970-1980 | TP 2010-2040 | SL 1870

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • MIKA - Buy 1570-1580 | TP 1610-1650 | SL 1500

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • GGRM - Buy 16475-16525 | TP 16725-16850 | SL 15650

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • HATM - Buy 340-342 | TP 350-356 | SL 320

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

  • HMSP - Buy 630-640 | TP 655-665 | SL 600

[Gambas:Produk Investasi by Investasiku]

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Kasus| | | |