Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas selama 4 jam dengan para Kabinet Merah Putih, beserta pejabat eselon I, hingga direktur utama perusahaan BUMN, di Istana Negara, Rabu (8/4/2026). Dalam rapat tertutup itu, dijabarkan kondisi perekonomian terkini.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, dalam rapat kondisi perekonomian dalam kondisi baik, dengan pertumbuhan di kuartal 4 - 2025 mencapai 5,39%. Selain itu juga harga BBM maupun harga minyak dunia (WTI) juga mulai mengalami turun ke US$ 96,7 per barel, dan US$ 95,23 per barel dari acuan Brent.
"Tadi disampaikan juga kepada Bapak Presiden kondisi konsumsi kita kuat, dimana konsumsi mewakili 54% dari PDB, ketahanan pangan kita juga relatif kuat. Produksi beras di 2025, 34,7 (juta ton), dan stok Bulog sebesar 4,6 juta ton," kata Airlangga.
Lebih lanjut, menurut Airlangga, Kementerian ESDM juga menyepakati untuk menerapkan B50 per 1 Juli demi meningkatkan penghematan sebesar Rp 48 triliun. Selain itu penerimaan pajak juga mengalami peningkatansebesar 14,3% atau mencapai Rp 462,7 triliun.
Sementara, dari sisi fiskal penerimaan negara Airlangga mengatakan bahwa stabilitas keuangan domestik juga baik, dengan cadangan devisa hingga akhir Februari US$ 151,9 miliar. Sehingga pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal I masih diproyeksikan baik.
"Masih bisa mencapai tadi menteri keuangan juga menyampaikan lebih besar sama dengan 5,5%," katanya.
Kemudian menurut Airlangga, Presiden juga memberikan arahan untuk untuk mendorong stabilitas keuangan. Dengan perjanjian pertukaran mata uang melalui bank sentral atau Bilateral Currency Swap.
"Bapak Presiden juga mengarahkan Bilateral Currency Swap untuk dilanjutkan. Dan beberapa negara sekarang Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan. Ke depan beberapa negara juga perlu di dorong," kata Airlangga.
Selain itu presiden juga berkomitmen untuk menjaga rasio utang pada level 40%, walaupun batas pada Undang-Undang mencapai 60%. Begitu juga dengan defisit di jaga pada level 3% hingga akhir tahun.
Airlangga juga mengatakan bahwa pemerintah akan menurunkan biaya haji sebesar Rp 2 juta, di tengah kenaikan harga avtur. Nantinya beban biaya itu akan diserap melalui APBN, sebesar Rp 1,77 triliun untuk 220 jamaah haji.
Tak Cuma Swasembada Beras
Dalam kesempatan sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, dalam rapat itu presiden memberikan pengarahan serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran unsur eksekutif, atas banyaknya program pemerintah yang menunjukkan hasil signifikan.
Prasetyo menjelaskan secara garis besar, inti rapat itu meminta jajaran pembantu presiden mempertahankan dan meningkatkan swasembada pangan.
"Kita karena yang berhasil baru di bidang beras. Nah kita ingin mencapai keberhasilan komoditas pangan semua sekalian beras termasuk protein," katanya.
"Protein salah satunya adalah yang berbasis dasar ikan. Maka betapa pentingnya program prioritas kerja pemerintah di bidang kelautan dan pangan," ucap Prasetyo.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
2















































