Raksasa Nuklir Muslim Kirim 8000 Pasukan-Jet Tempur ke Saudi, Ada Apa?

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pakistan dilaporkan telah mengerahkan 8.000 tentara dan satu skuadron jet tempur JF-17 ke Arab Saudi. Pengiriman ini dilakukan di bawah pakta pertahanan bersama rahasia yang ditandatangani tahun lalu.

Selain jet tempur, Pakistan juga mengirim dua skuadron drone dan sistem pertahanan udara HQ-9 buatan China. Seluruh persenjataan ini dioperasikan oleh personel Pakistan, namun biayanya ditanggung penuh oleh Arab Saudi.

Pengerahan pasukan tempur ini dimulai sejak awal April lalu. Langkah ini dipicu oleh serangan udara Iran yang menghantam infrastruktur energi utama milik Arab Saudi.

Serangan Iran tersebut sempat menewaskan seorang warga negara Saudi. Kejadian ini memicu kekhawatiran global dan membuat Riyadh meluncurkan serangan balasan rahasia ke wilayah Iran.

Pengerahan pasukan rahasia ini juga terjadi saat Pakistan menjadi mediator utama perang Iran. Islamabad bahkan sempat sukses menengahi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Teheran.

Hubungan kedua negara memang sangat erat karena memiliki sejarah panjang dalam kerja sama militer. Pakistan kerap memberikan bantuan pasukan, sementara Arab Saudi menyokong bantuan keuangan saat Islamabad krisis ekonomi.

Perjanjian rahasia ini mewajibkan kedua negara saling membela jika salah satu pihak diserang. Bahkan, kesepakatan tersebut dinilai menempatkan wilayah Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.

Dokumen rahasia menunjukkan bahwa jumlah pasukan masih bisa bertambah secara kolosal jika situasi memburuk. Perjanjian ini juga membuka peluang pengerahan kapal perang ke perairan Teluk.

"Kesepakatan rahasia itu menyediakan kemungkinan hingga 80.000 tentara Pakistan untuk dikerahkan ke Arab Saudi guna membantu mengamankan perbatasan kerajaan bersama dengan pasukan Saudi," ujar sumber pemerintahan tersebut seperti dikutip dari Reuters, Senin (18/5/2026).

Hingga saat ini, otoritas militer dan kantor urusan luar negeri Pakistan masih menutup mulut. Pihak kementerian dan media pemerintah Arab Saudi juga tidak memberikan respons sama sekali.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |