Pusing 'Dicekik' Trump, Sekutu AS Ini Putuskan Sowan ke Xi Jinping

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dijadwalkan mendarat di Beijing pekan ini dalam sebuah kunjungan kenegaraan yang bersejarah. Langkah ini menandai pertama kalinya pemimpin Kanada disambut secara resmi oleh China dalam hampir satu dekade terakhir, sebuah sinyal kuat bahwa Ottawa tengah berupaya memperbaiki hubungan dengan negara adidaya tersebut.

Kunjungan ini dilakukan di tengah pecahnya aliansi ekonomi dan politik global. Namun, di balik formalitas diplomatik, terselip kebutuhan mendesak bagi Kanada untuk memperluas ekspor guna mengimbangi "hukuman" ekonomi dari tetangga sekaligus mitra dagang terbesarnya, Amerika Serikat (AS).

Kebijakan ekonomi "America First" yang diusung pemerintahan Donald Trump telah memaksa Carney memikirkan ulang struktur dasar ekonomi negaranya. Selama ini, AS menyerap 76% ekspor Kanada. Dengan ketidakpastian perdagangan di bawah Trump, diversifikasi pasar menjadi harga mati bagi kedaulatan ekonomi Kanada.

"Ada risiko China melihat Kanada sedang lemah dan 'disiksa' oleh pemerintahan Donald Trump. Mereka melihat peluang untuk menampilkan diri sebagai pihak yang lebih masuk akal dan stabil," ujar Michael Kovrig, mantan diplomat dan penasihat senior International Crisis Group, kepada Guardian, Senin (12/1/2026).

Sejak menjabat, Carney telah mendorong rencana "ketergantungan menuju ketahanan" (reliance to resilience). Saat ini, China hanya menyerap sekitar 4% dari total ekspor Kanada. Ottawa berharap dapat meningkatkan angka tersebut, terutama di sektor energi, pertanian, dan komoditas.

Namun, hubungan ini bukannya tanpa hambatan. China telah menunjukkan taringnya melalui serangkaian tindakan hukuman ekonomi. Setelah Kanada mengikuti langkah AS dengan menerapkan tarif pada kendaraan listrik asal China pada tahun 2024, Beijing membalas dengan mengenakan bea masuk 100% pada minyak dan tepung kanola Kanada. Tak lama kemudian, China menambah tarif anti-dumping sebesar 75,8%, yang secara efektif menutup pasar kedua terbesar bagi produsen Kanada.

Selain perang dagang, masalah hak asasi manusia, tuduhan campur tangan China dalam pemilu Kanada, hingga sengketa di wilayah Arktik tetap menjadi duri dalam hubungan kedua negara.

Para pengamat memperingatkan agar Kanada tetap waspada. Pasalnya, Carney akan berhadapan rezim yang pernah menahan warga negaranya selama lebih dari 1.000 hari sebagai alat tawar politik.

Selain itu, Margaret McCuaig-Johnston dari University of Ottawa menekankan bahwa meski saat ini Ottawa mengincari diversifikasi pasar, namun sektor strategis harus diproteksi.

"Kita harus menjauh dari diskusi apa pun mengenai teknologi kedirgantaraan, kecerdasan buatan (AI), dan mineral kritis," tegasnya, seraya merujuk pada banyaknya kasus di mana perusahaan Kanada akhirnya kehilangan kekayaan intelektual dan teknologi mereka setelah bekerja sama dengan pihak China.

(tps/tps)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |