Jakarta, CNBC Indonesia - China tengah membangun sistem pertahanan dan antariksa bernama Nantioanmen atau Gerbang Surgawi. Termasuk sebuah kapal induk yang memiliki berat mencapai 120 ribu ton.
Kapal induk itu bernama Luanniao dengan ukuran yang jumbo, panjangnya 242 meter dan bentang sayap 684 meter. Dari deknya terdapat jet tempur antariksa nirawak, Xuannu yang akan meluncurkan rudal hipersonik dan dapat menyerang target di atmosfer hingga orbit.
Deutsche Welle menuliskan berat kapal induk itu berkembang dari yang ada sekarang USS Gerald R. Ford. Kapal tersebut memiliki ukuran panjang 337 meter, lebar 78 meter dan berat 100 ribu ton yang sudah termasuk bahan bakar, awak hingga peralatan.
Penampakan kapal induk baru China itu sudah tersebar di publik. Dalam stasiun TV pemerintah setempat, CCTV menggambarkannya dalam model 3D fotorealistik yang melayang di atas Bumi. Kapal induk digambarkan melepaskan jet antariksa dan menembakkan senjata di antariksa.
Namun membangun ambisi yang besar ini bukanlah hal mudah. Dari segi teknis, rencana ini melampaui yang bisa dikirim dengan roket menuju orbit saat ini.
Masalah juga tetap ada meskipun perakitan modular di luar angkasa mungkin bisa dilakukan. Termasuk terkait pasokan daya, propulsi, pendinginan, perlindungan dari puing antariksa, yang terpenting biayanya sangat besar.
Menurut analis ruang angkasa, Heinrich Kreft, rencana China ini tidak realistis. Namun, dia tak menampik bisa saja terjadi di masa depan.
"Banyak hal yang hanya fiksi ilmiah 20 atau 30 tahun lalu, sekarang menjadi kenyataan," ungkapnya, dikutip Jumat (6/2/2026).
Rencana ini juga dianggap sebagai sinyal strategis dari China. Kreft juga mengatakan pesannya diperuntukkan bagi Amerika Serikat (AS) terkait konflik di taiwan.
"Menurut saya seperti seolah-olah China menyebarkan sesuatu ke dunia yang mempertimbangkan Taiwan, untuk meninggalkan sebuah tanda," kata Kreft.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3
















































