Prajurit Ini Tak Sadar Bongkar Lokasi Kapal Induk Nuklir Prancis

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kapal induk Prancis Charles de Gaulle posisinya terungkap setelah seorang pasukan angkatan laut yang dinas di alat transportasi militer super besar itu jogging menggunakan aplikasi Strava.

Kapal induk itu sebelumnya telah dikerahkan Prancis ke kawasan Mediterania pada 9 Maret 2026, setelah meletusnya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran.

Surat kabar Le Monde melaporkan, berdasarkan citra di aplikasi Strava, pelari tersebut jogging berputar-putar di atas kapal induk yang sedang bergerak pada 13 Maret, di area barat laut perairan Siprus. Si pelari itu juga terlihat pernah jogging di Kopenhagen, Denmark, pada akhir Februari, melintasi jembatan dari Malmö, Swedia, tempat kapal Charles de Gaulle berlabuh saat itu, menurut data Strava.

Angkatan bersenjata Prancis mengatakan akan mengambil tindakan jika laporan terkait citra yang muncul akibat penggunaan aplikasi Strava itu benar. Terlebih, anggota angkatan laut Prancis secara teratur telah diingatkan tentang risiko pelanggaran keamanan akibat penggunaan aplikasi semacam itu.

"Kasus yang dilaporkan, jika dikonfirmasi, tidak sesuai dengan instruksi yang berlaku saat ini," demikian pernyataan militer Prancis, dikutip dari euronews, Minggu (22/3/2026).

Kapal Induk Prancis, Charles de Gaulle. (Tangkapan Layar Video AFP/AFP TV/Mathieu CHAMPEAU)Foto: Kapal Induk Prancis, Charles de Gaulle. (Tangkapan Layar Video AFP/AFP TV/Mathieu CHAMPEAU)
Kapal Induk Prancis, Charles de Gaulle. (Tangkapan Layar Video AFP/AFP TV/Mathieu CHAMPEAU)

Permasalahan citra lokasi yang ditampilkan personel militer akibat penggunaan aplikasi Strava juga tercatat kerap terjadi. Bahkan, menyangkut momen-momen strategis, sehingga membocorkan informasi sensitif.

Pada 2024 silam, Le Monde juga melaporkan bahwa pengawal Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden AS saat itu Joe Biden, dan pemimpin Rusia Vladimir Putin secara tidak sengaja membocorkan informasi tentang keberadaan mereka saat menemani mereka dalam perjalanan.

Pada 2018, peta Strava menunjukkan lokasi personel militer AS dan sekutu di Irak, Suriah, dan Afghanistan.

Meskipun beberapa pangkalan sudah dikenal oleh kelompok-kelompok yang mungkin ingin menyerangnya, peta-peta tersebut juga menunjukkan apa yang tampaknya merupakan rute yang dilalui oleh pasukan yang bergerak di luar pangkalan, informasi yang dapat digunakan dalam perencanaan pengeboman atau penyergapan.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |